Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat,Renungan Pagi, Senin, 10 November 2025, Amsal 3:1-4 Kasih Dan Setia

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Amsal 3:1-4


Advertisement

KASIH DAN SETIA

"Janganlah kasih dan setia meninggalkan engkau!" (ay.3a)

Penulis Amsal menegaskan dua hal penting yang harus senantiasa menghiasi hidup kita, yaitu kasih dan kesetiaan. Kasih memberikan makna pada setiap tindakan dan perbuatan. Tanpa kasih, semua yang kita lakukan menjadi sia-sia. Sementara kesetiaan adalah sikap taat dan patuh yang dilandasi oleh kebenaran. Orang yang setia tidak mudah goyah atau berpaling arah. Namun, kasih tanpa kesetiaan hanya menjadi fatamorgana terlihat indah, tetapi tidak nyata. Kasih seperti itu mudah lenyap dan hanya semu belaka. Sebaliknya, kesetiaan tanpa kasih bagai tindakan yang terpaksa, hambar, kaku, dan terkesan sebagai kewajiban semata tanpa ketulusan hati.

Advertisement

Amsal mengingatkan hendaklah kasih dan setia ini melekat dalam diri. Kalungkan pada leher sebagai keindahan perilaku diri dan loh hati menjadikan kasih dan setia dalam ajaran dan didikan yang diberikan harus termaterai dalam hati. Setiap orang ada dalam kendali pengajaran dan didikan hikmat yang benar, menjadikan pengingat dan rambu untuk setiap langkah. Dalam terang inilah, Amsal menegaskan bahwa hidup seseorang, berada dalam kemurahan dan penghargaan baik dari manusia maupun Allah. Tidak ada hal yang menjadikan diri seseorang sebagai "batu sandungan". Semua berjalan dalam penerimaan oleh sesama karena membuat orang lain merasakan kedamaian atas kehadiran kita.

Dunia yang penuh perubahan dan kemajuan saat ini, tanpa kita sadari sering membentuk diri kita melupakan untuk menyatakan kasih dan setia kita. Kasih yang peduli dalam ketaatan pengajaran iman. Kita mungkin menjadi pribadi yang tidak santun dalam perjumpaan dengan sesama terlebih dalam berkomunikasi melalui media online atau maya. Tidak lagi menghargai norma-norma medsos yang harus kita pegang. Kasih dan setia hendaklah menyadarkan diri untuk tetap berperilaku dan bertindak untuk selalu menyatakan kasih dalam kesetiaan didikan pengajaran Firman-Nya.

 

Advertisement

Doa: Tuhan, jadikan diri kami menjadi diri penuh kasih-Mu dalam kesetiaan hanya kepada-Mu. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer