Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 19 November 2025, 1 Petrus 2:18-22 Tetap Kuat Dalam Penderitaan Di Era Digital

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

1 Petrus 2: 18-22


Advertisement

TETAP KUAT DALAM PENDERITAAN DI ERA DIGITAL

Tetapi, jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu sabar menderita, hal itu adalah anugerah di hadapan Allah " (ay.20)

Di zaman digital, ada banyak yang masuk ketegori sebagai "menderita karena berbuat baik".

Advertisement

Hal itu bisa terjadi dalam berbagai bentuk yang tidak selalu fisik, tetapi emosional, sosial, dan psikologis.

Seperti kita akan dibully atau dihina di media sosial karena menyuarakan kebenaran atau nilai-nilai kekristenan, seperti kesetiaan, kesucian, dan kasih.

Dikucilkan dari pergaulan online karena tidak mengikuti tren negatif, seperti gosip, ujaran kebencian, atau candaan kasar.

Advertisement

Ditolak atau diserang karena menyuarakan keadilan, membela yang lemah, atau menyatakan iman secara terbuka.

Rasul Petrus berbicara kepada orang percaya yang hidup di bawah tekanan ketidakadilan, la menegaskan bahwa menderita karena kesalahan sendiri bukan hal yang mulia, tetapi menderita karena berbuat baik adalah kasih karunia dari Allah.

Firman Tuhan ini memberi pesan bahwa penderitaan yang tidak adil sering kali datang dari sistem atau orang-orang yang memaksakan kehendaknya kepada orang benar.

Sebaliknya saat kita menolak tekanan dan pemaksaan secara digital demi memelihara iman, kita bisa saja menderita, dihina, dikucilkan, atau dicap "tidak gaul dan "ketinggalan zaman".

Namun Petrus berkata: itulah kasih karunia dari Allah, mengapa? Karena kita rela taat kepada Tuhan, meskipun dunia menolak atau menekan kita.

Di era digital, pilihan hidup terbuka lebar, mau melakukan yang baik atau jahat dapat dilakukan, dan konsekuensinya jelas, yaitu penderitaan yang akan kita alami.

Namun, penderitaan karena berbuat baik adalah bentuk kesaksian iman. Ketika kita tetap memilih kasih, kebenaran, dan integritas meski harus dikritik, didera penderitaan, maka kita sedang hidup sesuai panggilan surgawi dan itu adalah kasih karunia dari Tuhan.

Yesus memanggil kita untuk meneladani-Nya, tetap kuat di tengah tekanan ketidakadilan dan tetap berbuat kebenaran demi Tuhan Yesus Kristus. Amin

 

Doa: Tuhan Yesus jadikanlah kami kuat mempertahankan kebenaran Firman-Mu. Amin.

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer