Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 28 Desember 2025, Mazmur 119:161-168 Mencintai Taurat Tuhan Menjalani Hidup

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Mazmur 119:161-168


Advertisement

MENCINTAI TAURAT TUHAN, MENJALANI HIDUP

"Besarlah damai sejahtera bagi orang-orang yang mencintal Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka" (ay.165)

 

Advertisement

Dalam bacaan kita hari ini, pemazmur berulang kami mengungkapkan betapa dia kagum dan mencintai Taurat.

Hidup yang mencintau Taurat Tuhan itu pemazmur tunjukkan dengan cara dia menjalani hidup.

 

Advertisement

Kita tentu memiliki beragam hobi. Bagi yang hobi membaca, bisa menghabiskan waktu berjam-jam membaca sesuatu yang ia sukai. Namun, apakah kita juga senang membaca Alkitab ?

 

Ini adalah Minggu terakhir di tahun ini, baiklah kita merenungkan kehidupan yang sudah dilalui.

Ada banyak hal yang kita alami. Sebagai orang percaya, janji Allah pada sabda-Nya ayat 165a, Besarlah damai sejahtera bagi orang-orang yang mencintai Taurat- Mu, memotivasi dan menyemangati kita untuk melangkah dengan taat dan setia di jalur yang ditetapkan-Nya.

Firman Allah tetap tidak berubah. Peraturan dan ketetapan Allah membawa keselamatan dan kedamaian.

 

Sebaliknya kalau kita mengabaikan Firman Allah, kita akan mengalami kehancuran. Berbagai peristiwa telah dialami di tahun ini, dari semua itu kita menyadari bahwa mematuhi Firman-Nya berbuah keindahan.

Berjalan sesuai dengan ketetapan Tuhan akan membawa kita pada kelegaan dan ketenteraman.

 

Tersisa beberapa hari saja di tahun ini. Kesusahan dan kegagalan serta keberhasilan bagian dari perjalanan kehidupan kita di tahun ini.

Firman berkata "..tidak ada batu sandungan bagi mereka..." (ay 165 b). Tuhan hanya menghendaki dan menyediakan hidup yang damai dan sukacita bagi setiap orang.

Namun, hanya yang bersedia hidupnya dituntun dan dikuasai firman-Nya yang dapat menemukan kehidupan yang demikian.

 

Terimalah kedamaian yang besar yang datang dari Tuhan. Damai yang melampaui segala situasi berat maupun ringan, jatuh ataupun bangun hidup kita.

Damai sejahtera-Nya adalah suatu ketenteraman yang melewati pemahaman kita yang terbatas. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, aku mau hidup mencintai Taurat-Mu dan melakukannya seumur hidupku.Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer