Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuma Lewat WhatsApp, Praktik Kotor di Sektor Pertanian Satu per Satu Dibongkar Mentan Amran

A
Layanan Lapor Pak Amran di WhatsApp
Layanan Lapor Pak Amran di WhatsApp

Jagosatu.com - Dalam dua bulan terakhir, layanan pengaduan WhatsApp “Lapor Pak Amran” menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi petani dan menjaga tata kelola sektor pertanian nasional.


Advertisement

Kanal ini diluncurkan kembali oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 31 Oktober 2025 sebagai ruang partisipasi publik yang responsif dan berorientasi pada penindakan.

Lapor Pak Amran tidak hanya menampung aduan, tetapi langsung menindaklanjuti berbagai laporan pelanggaran yang terjadi di lapangan.

Melalui nomor 0823-1110-9390, ribuan laporan diterima dari petani dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Advertisement

Aduan yang masuk mencakup penyimpangan harga pupuk bersubsidi, peredaran pupuk palsu, pungutan liar bantuan alsintan, hingga masuknya komoditas pangan ilegal.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa identitas pelapor dijamin kerahasiaannya sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk melapor.

Ia juga mendorong petani, kelompok tani, dan seluruh lapisan masyarakat agar aktif melaporkan setiap bentuk penyimpangan di sektor pertanian.

Advertisement

Menurut Mentan Amran, laporan masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Penanganan laporan dilakukan secara cepat melalui tim pengawasan Kementerian Pertanian dengan koordinasi lintas kementerian, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah.

Dalam kurun waktu lebih dari dua bulan, sejumlah kasus besar berhasil dibongkar dan ditindak tegas berkat laporan masyarakat.

Salah satu kasus yang terungkap adalah pelanggaran harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi oleh 190 pengecer dan distributor.

Mentan Amran memberikan ultimatum pencabutan izin bagi pihak yang terbukti melanggar ketentuan HET pupuk.

Selain itu, seluruh manajer Pupuk Indonesia di berbagai wilayah diingatkan untuk memperketat pengawasan terhadap distributor.

Laporan masyarakat juga berhasil menggagalkan masuknya 40,4 ton beras ilegal di Batam sebelum kapal bersandar di pelabuhan.

Penindakan tersebut dilakukan melalui koordinasi cepat dengan TNI, Polri, Bea Cukai, dan pemerintah daerah setempat.

Melalui Lapor Pak Amran, terungkap pula praktik pungutan liar bantuan traktor di 99 titik di berbagai daerah.

Seorang staf Kementerian Pertanian yang melakukan pungli mengaku sebagai pejabat tinggi dan meminta uang puluhan juta rupiah kepada petani.

Pelaku langsung diberhentikan dan kasusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses secara pidana.

Kasus lain yang berhasil digagalkan adalah masuknya 133,5 ton bawang bombai ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Melalui Lapor Pak Amran, Kementerian Pertanian berharap pengawasan sektor pertanian dapat dilakukan bersama demi melindungi petani, menjaga keamanan pangan, dan memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. (samt)

Advertisement

Artikel Terkait

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Penurunan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai menjadi penahan utama laju inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, menurut data BPS.

Kementan Proyeksikan Produksi Padi Nasional Naik di Semester I 2026, Waspada Cuaca dan Air

Kementan Proyeksikan Produksi Padi Nasional Naik di Semester I 2026, Waspada Cuaca dan Air

Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi padi nasional meningkat di paruh pertama 2026, namun tetap mewaspadai faktor cuaca dan kondisi sumber daya air.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer