Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 15 Juni 2026,  Hagai 2:1b-5  Peringatan Dan Penyertaan Tuhan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab : Hagai 2:1b-5
TEMA : PERINGATAN DAN PENYERTAAN TUHAN

“Sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN. Kuatkanlah hatimu, hai Imam Besar Yosua bin Yozadak; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN. Bekerjalah, sebab Aku menyertai kamu. Demikianlah firman TUHAN Semesta Alam.” (Hagai 2:5)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan ini kita sering diperhadapkan pada berbagai tanggung jawab. Setiap hari kita menjalani rutinitas—bekerja, belajar, melayani, dan menjalankan berbagai peran dalam keluarga maupun masyarakat.

Advertisement

Semua itu tampak seperti siklus hidup yang biasa. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa dalam setiap tanggung jawab tersebut, kita membutuhkan dua hal penting: peringatan Tuhan dan penyertaan Tuhan.

Dalam bacaan kita, Tuhan berbicara kepada Zerubabel sebagai pemimpin pemerintahan, kepada Yosua sebagai imam besar, dan kepada seluruh rakyat Yehuda. Mereka sedang berada dalam proses membangun kembali Bait Allah.

Ini bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan tenaga, waktu, dan komitmen yang besar. Selain itu, ada juga ancaman, gangguan, dan tantangan yang bisa melemahkan semangat mereka.

Advertisement

Karena itu, Tuhan memberikan peringatan: “Kuatkanlah hatimu!” Peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada para pemimpin, tetapi juga kepada seluruh umat. Artinya, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk tetap kuat dalam menjalankan tugasnya.

Menguatkan hati berarti memiliki keteguhan iman, tidak mudah goyah, dan tetap berpegang pada kehendak Tuhan.

Saudara-saudara, seringkali kita memulai sesuatu dengan semangat yang besar. Namun di tengah jalan, kita menjadi lelah, jenuh, bahkan ingin menyerah. Tantangan yang datang membuat kita kehilangan fokus.

Dalam situasi seperti ini, kita membutuhkan peringatan dari Tuhan untuk kembali menguatkan hati kita.

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Mereka bahkan tidak segan-segan menyewa tentara dari berbagai daerah, seperti Aram-Bet Rehob, Aram Zoba, negeri Ma'akha, dan orang Tob.

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

Raja Daud, dengan niat yang tulus, ingin menunjukkan belasungkawa kepada Hanun, anak dari Raja Nahas, yang telah meninggal.

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

“Tabut TUHAN dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di tengah-tengah kemah yang dibentangkan Daud untuk itu. Kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer