Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 15 Juni 2026,  Hagai 2:6-10  Komitmen Tuhan Dan Kepatuhan Umat

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab : Hagai 2:6-10
TEMA : KOMITMEN TUHAN DAN KEPATUHAN UMAT

“Itulah janji yang telah Kuikat dengan kamu ketika kamu keluar dari Mesir. Roh-Ku akan tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!” (Hagai 2:6)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan ini kita semua membutuhkan kepastian. Kita membutuhkan jaminan bahwa apa yang kita lakukan tidak sia-sia, bahwa ada yang menyertai kita, dan bahwa ada harapan di masa depan. Ketika seseorang memberikan janji dan menepatinya, kita merasa tenang dan percaya. Apalagi jika janji itu datang dari Tuhan.

Advertisement

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita tentang komitmen Tuhan kepada umat-Nya. Tuhan bukanlah pribadi yang mudah berubah. Ia setia pada janji-Nya. Ia mengingat perjanjian yang telah dibuat-Nya sejak dahulu, bahkan sejak umat Israel keluar dari Mesir. Tuhan berkata bahwa Roh-Nya tetap tinggal di tengah-tengah umat-Nya. Ini adalah jaminan yang luar biasa: Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Namun, di sisi lain, firman Tuhan juga mengajak umat untuk hidup dalam kepatuhan. Ada hubungan yang erat antara komitmen Tuhan dan ketaatan umat. Tuhan setia, tetapi umat juga dipanggil untuk setia.

Saudara-saudara, bangsa Israel pada masa Hagai sedang dalam proses membangun kembali Bait Allah. Mereka menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan. Secara manusia, apa yang mereka bangun mungkin terlihat kecil dan tidak sebanding dengan kemegahan Bait Allah pada zaman Salomo.

Advertisement

Mungkin ada rasa kecewa, mungkin ada rasa putus asa.

Namun Tuhan memberikan penghiburan dan pengharapan. Tuhan berjanji bahwa Ia akan menggoncangkan langit dan bumi. Ini bukan sekadar gambaran kekuatan Tuhan, tetapi juga menunjukkan bahwa Tuhan sanggup mengubah keadaan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi Tuhan.

Tuhan juga berkata bahwa perak dan emas adalah milik-Nya. Artinya, segala sumber daya ada dalam tangan Tuhan. Ia mampu menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Saudara-saudara, seringkali kita merasa terbatas. Kita merasa tidak cukup mampu, tidak cukup kuat, tidak cukup memiliki. Kita melihat keadaan dan merasa pesimis. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Tuhan adalah sumber segala sesuatu. Ketika Tuhan bekerja, Ia akan mencukupkan apa yang kita butuhkan.

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Mereka bahkan tidak segan-segan menyewa tentara dari berbagai daerah, seperti Aram-Bet Rehob, Aram Zoba, negeri Ma'akha, dan orang Tob.

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

Raja Daud, dengan niat yang tulus, ingin menunjukkan belasungkawa kepada Hanun, anak dari Raja Nahas, yang telah meninggal.

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

“Tabut TUHAN dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di tengah-tengah kemah yang dibentangkan Daud untuk itu. Kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer