Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:11-14  Kehadiranku Mesti Bermanfaat

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab : 2 Samuel 6:11-14
Tema : KEHADIRANKU MESTI BERMANFAAT

“Diberitahukan kepada Raja Daud begini: ‘TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan miliknya karena Tabut Allah.’ Lalu Daud pergi mengangkut Tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.” (2 Samuel 6:12)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk merenungkan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, yaitu: apakah kehadiran kita membawa manfaat bagi orang lain?

Advertisement

Ataukah justru sebaliknya, kehadiran kita tidak memberi dampak apa-apa, bahkan mungkin membawa beban?

Kisah dalam 2 Samuel 6 memperlihatkan kepada kita bagaimana kehadiran Tabut Allah membawa dua sisi yang berbeda: ada yang mengalami hukuman, tetapi ada juga yang mengalami berkat. Ini bukan karena Tabut itu sendiri memiliki kekuatan magis seperti benda keramat, melainkan karena sikap manusia terhadap kekudusan Allah.

Pada bagian sebelumnya, kita membaca tentang Uza, anak Abinadab, yang mati ketika ia menyentuh Tabut Allah. Secara manusiawi, apa yang dilakukan Uza tampak seperti tindakan yang baik—ia ingin mencegah Tabut itu jatuh.

Advertisement

Namun ia melakukannya dengan cara yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia tidak menghormati kekudusan Allah sebagaimana yang telah diperintahkan.

Peristiwa ini membuat Daud menjadi takut dan enggan membawa Tabut itu ke kota Daud. Akhirnya Tabut itu ditinggalkan di rumah Obed-Edom selama tiga bulan.

Namun sesuatu yang luar biasa terjadi. Selama Tabut itu berada di rumah Obed-Edom, Tuhan memberkati seluruh keluarganya. Bukan hanya secara rohani, tetapi juga secara jasmani—kehidupan mereka mengalami kebaikan, kesuburan, dan kesejahteraan.

Saudara-saudari, ini menunjukkan bahwa kehadiran Allah selalu membawa berkat bagi mereka yang menghormati-Nya dengan benar. Bukan benda Tabut itu yang membawa berkat, tetapi kehadiran Allah yang diwakilinya.

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Mereka bahkan tidak segan-segan menyewa tentara dari berbagai daerah, seperti Aram-Bet Rehob, Aram Zoba, negeri Ma'akha, dan orang Tob.

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

Raja Daud, dengan niat yang tulus, ingin menunjukkan belasungkawa kepada Hanun, anak dari Raja Nahas, yang telah meninggal.

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

“Tabut TUHAN dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di tengah-tengah kemah yang dibentangkan Daud untuk itu. Kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer