Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Juni 2026, 2 Samuel 10:1-5  Bahaya Cepat Menyakini Sudut Pandang Yang Berbeda

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab : 2 Samuel 10:1-5
Tema : BAHAYA CEPAT MEYAKINI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang sangat cepat. Cepat dalam informasi, cepat dalam komunikasi, dan sayangnya, sering kali juga cepat dalam mengambil kesimpulan.

Apa yang kita lihat, dengar, atau baca, sering langsung kita anggap benar tanpa proses berpikir yang mendalam. Padahal, tidak semua yang terlihat itu benar, dan tidak semua yang terdengar itu fakta.

Advertisement

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita tentang bahaya dari sikap yang terlalu cepat meyakini suatu sudut pandang, apalagi jika sudut pandang itu belum tentu benar.

Dalam 2 Samuel 10:1-5, kita melihat sebuah peristiwa yang sangat jelas menggambarkan hal ini. Raja Daud, dengan niat yang tulus, ingin menunjukkan belasungkawa kepada Hanun, anak dari Raja Nahas, yang telah meninggal. Daud mengingat kebaikan Nahas kepadanya, sehingga ia mengutus para pegawainya untuk menyampaikan dukacita.

Namun apa yang terjadi? Kedatangan utusan Daud justru disalahartikan. Para pemuka bani Amon menanamkan kecurigaan kepada Hanun. Mereka mengatakan bahwa utusan Daud datang bukan untuk berdukacita, tetapi untuk memata-matai dan menghancurkan negeri mereka.

Advertisement

Di sinilah letak masalahnya. Hanun tidak mencari kebenaran lebih lanjut. Ia tidak memverifikasi informasi itu. Ia tidak mencoba melihat dari sudut pandang lain. Ia langsung percaya pada apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Akibatnya sangat fatal. Ia mengambil keputusan yang salah dan bertindak jahat. Para utusan Daud ditangkap, dipermalukan dengan mencukur setengah janggut mereka dan memotong pakaian mereka hingga tidak layak.

Tindakan ini bukan hanya penghinaan pribadi, tetapi juga penghinaan terhadap kerajaan Daud.

Saudara-saudari, Semua ini berawal dari satu hal: pikiran yang cepat menerima sudut pandang yang belum tentu benar.

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Mereka bahkan tidak segan-segan menyewa tentara dari berbagai daerah, seperti Aram-Bet Rehob, Aram Zoba, negeri Ma'akha, dan orang Tob.

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:15-19  Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

“Tabut TUHAN dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di tengah-tengah kemah yang dibentangkan Daud untuk itu. Kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:11-14  Kehadiranku Mesti Bermanfaat

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 17 Juni 2026,  2 Samuel 6:11-14  Kehadiranku Mesti Bermanfaat

Diberitahukan kepada Raja Daud begini: ‘TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan miliknya karena Tabut Allah.’ Lalu Daud pergi mengangkut Tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer