Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi: Bom di MAN 3 Padang Diarahkan ke Pelaku Perundungan

P
MOTIF DENDAM PRIBADI: Garis polisi terpasang di MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat, setelah terjadi ledakan kemarin (14/7).
MOTIF DENDAM PRIBADI: Garis polisi terpasang di MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat, setelah terjadi ledakan kemarin (14/7).

Advertisement

 

PADANG – Sebuah ledakan berkekuatan rendah terjadi di lingkungan MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat, kemarin (14/7). Ledakan yang berasal dari benda yang diduga bom rakitan itu terjadi di luar ruang kelas XII dan diduga dilakukan oleh seorang siswa berinisial L. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Polisi menyebut, L mengaku menyimpan dendam akibat sering menjadi korban perundungan atau bullying. Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, ledakan terjadi di dalam laci meja yang berada di luar kelas.

Ledakan itu diarahkan ke posisi teman korban yang diduga menjadi pelaku perundungan. "Yang bersangkutan ingin meluapkan emosinya dengan melakukan hal tersebut," kata Apri, seperti dilansir Padang Ekspres. Selain yang sempat meledak, polisi juga menemukan tiga bom molotov. Selain itu, di dalam ransel pelaku ditemukan ketapel dan kelereng. Apri menyebut, jenis bahan yang digunakan masih didalami oleh tim penyidik. Untuk sementara, benda tersebut diduga merupakan bom rakitan yang dibuat sendiri oleh pelaku.

Polisi juga melakukan pemeriksaan ke rumah pelaku untuk memastikan kemungkinan adanya bahan atau perangkat lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mempelajari cara merakit benda tersebut melalui internet, khususnya tayangan YouTube. Aksi peledakan dilakukan saat jam istirahat sekolah ketika kondisi di sekitar lokasi relatif sepi. Apri menambahkan, pelaku merupakan siswa kelas XII dan mendapatkan perundangan sejak kelas XI. Berdasarkan pengakuannya, ia telah mengalami perundungan sejak masih kecil oleh orang yang berbeda.

Kejadian serupa terjadi di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Puluhan orang mengalami luka akibat ledakan tersebut. Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang menjadi pelaku juga disebut polisi merupakan korban perundungan serta belajar merakit bom dari internet. Terkait proses hukum, pihak kepolisian masih melakukan kajian lebih lanjut. Sebab, pelaku masih di bawah umur dan merupakan korban perundungan.

Advertisement

Kurikulum Berbasis Cinta

Dari Jakarta, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama (Kemenag) Prof Nyayu Khodijah menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag dan Kantor Kemenag setempat untuk pendalaman kejadian. "Tentu kami juga harus mendalami dulu penyebabnya untuk mendapatkan langkah (tindak lanjut) yang tepat," sambungnya. Dia menambahkan, Kemenag sudah memiliki Kurikulum Berbasis Cinta. Di antara tujuannya adalah mengimplementasikan nilai-nilai saling menyayangi. "Sehingga madrasah menjadi ruang yang memberikan kesejahteraan secara mental dan spiritual bagi siswa," katanya. (yud/wan/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan empat kementerian dan lembaga untuk memperkuat ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program. Mulai dari...

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah tudingan pemerintah melakukan penyensoran terhadap liputan aksi demonstrasi di media sosial. Dia menegaskan, tidak ada larangan bagi media massa.....

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer