
JAKARTA – Ledakan mengguncang kompleks Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kemarin (16/7). Insiden yang diduga berasal dari amunisi tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI AD gugur dan enam personel lainnya terluka.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, seluruh korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan, salah satunya Rumah Sakit Caruban Madiun, untuk mendapatkan penanganan medis. "TNI AD menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik kami dalam tugas," ujarnya.
Berdasarkan laporan awal, ledakan terjadi saat personel menjalankan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi. Dari tujuh korban, satu prajurit meninggal dunia, empat mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
Untuk mengungkap penyebab insiden, TNI AD membentuk tim investigasi yang telah diberangkatkan ke lokasi. "Proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berbasis ilmiah untuk menghindari asumsi di ruang publik," kata Donny.
Dia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil investigasi diumumkan. Menurut dia, seluruh fakta di lapangan akan dianalisis secara menyeluruh agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun hukum.
Sementara itu, Kodam V/Brawijaya juga mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu penanganan. Kasimedel Pendam V/Brawijaya Mayor Inf M. Sulaqis mengatakan, tim masih bekerja di tempat kejadian. "Personel kami masih di tempat kejadian perkara," ujarnya. (idr/leh)



