HADANG BUS TRANS: Angkutan Kota jenis Mikrolet di Manado menggelar demo di Zero Point. Mereka menolak beroperiasnya Bus BTS (foto: ist)
Sopir Mikro Larang Pemkot
Manado Operasikan Bus BTS
Desember 2025 hingga Januari 2026
JAGOSATU.COM - Senin dan Selasa (1-2/12) sopir mikrolet memenuhi janjinya menggelar demo. Demo untuk menentang beroperasinya Bus Trans Manado sebanyak 16 unit. Pemkot Manado melalui Dinas Perhubungan bahkan sampai mengeluarkan surat pengumuman bahwa selama aksi demo sopir mikro, Bus Trans Manado masih berhenti beroperasi.
Ratusan sopir mikro menolak Bus Trans Manado sejak Senin dan dilanjutkan Selasa awal pekan. Titik demo di zero point. Deretan mikro diparkir di tengah jalan vital itu hingga menyebabkan kemacetan sangat panjang. Baik di jalur Jalan Piere Tendean, Boulevard maupun Jalan Samratulangi.
Tidak cuma menyampaikan aspirasi dengan cara berorasi di titik sentral Manado. Mereka juga mencegat Bus Trans Manado yang sementara beroperasi melayani penumpang pada dua koridor.
Kata para sopir, aksi lanjutan Selasa dilakukan, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Manado elanggar kesepakatan pada pertemuan Senin atau demo hari pertama.
“Sudah ada kesepakatan dengan pihak Pemkot dan kepolisian bahwa Bus Trans Manado akan berhenti beroperasi selama Desember sampai Januari. Tapi kenyataannya mereka tetap beroperasi,” teriak Makarius Samodara, salah satu sopir.
Terkait pencegatan Bus Trans Manado, Makarius mengaku sebagai bentuk kekecewaan para sopir terhadap pemerintah. Sebetulnya tidak ada agenda mencegat bus, tapi karena para sopir telanjur kecewa, jadinya bus yang sedang beroperasi dicegat untuk disuruh parker.
Ia berharap keluhan mereka didengar pemerintah. Sebab, mata pencaharian mereka terganggu dengan kehadiran bus trans Manado itu. Fatalnya, itu terjadei menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru. ‘’Jelas jumlah penumpang mikro menurun drastic terutama di dua koridor yang dilalui Bus Trans. Pendapatan kami menurun padahal sudah mau natalan dan tahun baru. Mau makan apa anak istri jika kami tidak membawa pulang hasil mengais di jalanan. Karena penumpang sudah beralih ke Bus Trans,’’ cetusnya.
Terhadap tuntutan para sopir mikro itu, Kepala Dinas Perhubungan kota Manado, Jeffry Worang, mengaku masih akan mencari solusi terbaik untuk kedua pihak.
“Kita akan cari solusi terbaik. Pokoknya yang terbaik bagi semua,’’ terangnya.
Sebagaimana diketahui, Bus Trans Manado diresmikan pengorpasiannya pada akhir November. 16 unit langsung diterjunkan melayani dua koridor. Yakni Terminal Malalayang-Kali Mas dan Kali Mas-Bandara Samratulangi.
Operasional bus ini baru bersifat ujicoba hingga tiga bulan ke depan. Yakni sampai Februari. Para penumpang bus yang melayani rute dalam kota ini masih membayar Rp0 sampai Februari 2026. Namun sudah harus menggunakan kartu elektonik untuk system pembayaran. Hanya saja selama tiga bulan masih dihitung Rp0 alias gratis.
Bus ini adalah program angkutan kota moda terbaru yang dianjurkan Presiden Prabowio Subianto melalui Kementrian Perhubungan. Manado menjadi salah satu kota yang terpilih untuk ujicoba.
Sementara angkutan kota di Manado, sejak era 80-an lebih kental dengan warna biru muda mikrolet. Namun sejak beberapa tahun terakhir tidak ada lagi peremajaan mikrolet. Pemkot sejak lama sudah memikirkan menghadirkan moda transoprortasi baru dan pada akhir November diwujudkan dengan kehadiran Bus Trans Manado.
Mikro Manado Masih 1904 Unit
Rupanya masuknya bus yang dinamai Buy The Service (BTS) itu menggangu pendapatan angkot jenis mikro yang sudah identik dengan Manado.
Akan tetapi, kehadiran Bus BTS rupanya mendapat respon positif warga Manado. Terutama penumpang yang dilayani pada dua koridor itu, lebih memilih Bus BTS ketimbang mikrolet. Akibatnya, para sopir mikro meradang dan menggelar demo. Tidak tanggung-tanggung, mereka mendesak pemkot untuk menangguhkan operasional bus itu selama Desember 2025 dan Januari 2026. Dengan alasan sedang menghadapi hari raya Natal dan Tahun Baru. Lalu mencari alternatif lain pada Januari 2025 agar tidak emnganggur akibat operasional Bus Trans.
Dalam catatan resmi di Dinas Perhubungan Manado, masih sekira 1904 Angkot yang rutin beroperasi di Manado selang Tahun 2025,
Walau banyak yang sudah tak layak jalan, mereka tidak punya pilihan kecuali tetap mekasakan untuk keluar menarik penumpang. Dan itu tidak lain memnenuhi tuntutan kebutuhan hidup.
1.904 angkot jenis mikro tersebar pada berbagai rute utama seperti Malalayang–Pusat Kota, Karombasan, Pall Dua, Tuminting dn sekitarnya.
Pemkot tidak serta merta memtikan mikrolet. Malalui Dishub Manado, mereka sedang mencaro solusi agar para pemilik dan sopir mikro tidak kehilangan mata pencaharian, namun juga Bus Trans tetap terus beroperasi.
Kekhawatiran para sopir bahwa penumpang akan beralih ke Bus Trans memang mulai menjadi kenyataan. Banyak penumpang langganan mikro kini makin sering menggunana Bus Trans. Terutama di dua koridor yang sudah dilalui.
"Data Desember 2025 masih ada sekira 1904 angkot yang melayani masyarakat Kota Manado," jelas Marshel Mandey Kasi Angkutan Dishub, Rabu (3/12/2025).
Jumlah dan Rute Mikro Manado:
- Terminal Malalayang-Pusat Kota: 387 Unit.
- Terminal Malalayang- Terminal Karombasan: 118 Unit
- Terminal Karombasan- Pusat Kota Lewat Wanea: 107 Unit
- Terminal Karombasan- Pusat Kota Lewat Jalan Kembang: 21 Unit
- Winangun-Pusat Kota: 19 Unit
- Terminal Karombasan-Pusat Kota Lewat Teling: 102 Unit
- Terminal Karombasan-Terminal Pall Dua: 86 Unit
- Terminal Pall Dua- Pusat Kota: 148 Unit
- Kairagi- Pusat Kota: 49 Unit
- Perkamil-Pusat Kota: 89 Unit
- Paal 4/Taas- Pusat Kota: 159 Unit
- Wonasa- Pusat Kota: 138 Unit
- Tuminting- Pusat Kota: 293 Unit
- Lapangan- Terminal Pall Dua: 112 Unit
- Politeknik - Terminal Pall Dua: 48 Unit
- Pandu – Tuminting: 20 Unit
- Tuminting – Tongkaian: 8 Unit
Hingga Kamis 4 Desember hari ini belum ada keputusan resmi soal alternative lain jalur angkot ketika Bus Trans beroperasi. Mikro tetap menyusuri jalanan Manado namun Bus Trans untuk sementara masih dihentikan.(tr/dbs/opr/***)
Editor : Hairil Paputungan