Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 20 Desember 2025, Rut 2:13-17 Keluarga Yang Saling Menghibur

Alfianne Lumantow • 2025-12-17 14:55:36

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Rut 2:13-17

KELUARGA YANG SALING MENGHIBUR

"Kemudian Rut berkata, "Engkau sungguh bermurah hati kepadaku, Tuan, sebab engkau menghibur hatiku dan perkataanmu menenangkan hambamu ini, padahal aku tidak setara dengan seorang pun hambamu perempuan." (ay. 13).

 

Bagaimana perasaan kita saat sedang mengalami permasalahan lalu ada orang yang datang menghibur dan menyelesaikan permasalahan kita?

"Lega" mungkin menjadi kata yang terucap pertama kali keluar dari mulut kita.

Atau kita mengucapkan syukur kepada Tuhan karena Tuhan hadirkan seseorang yang menolong kita tepat pada waktunya atau menjawab permasalahan kita.

 

Rut yang memperoleh belas kasihan Boas, menjadi terhibur dengan perkataan Boas yang menenangkan hatinya.

Semula Rut takut saat Boas memanggil dirinya. Ketakutan Rut sangatlah wajar karena ia menyadari dirinya hanya orang asing yang setiap saat siap untuk mendapat perlakuan buruk.

Namun Boas justru mengizinkannya untuk bekerja di ladangnya dan memberi perlindungan saat bekerja.

Boas tidak memperlakukan Rut sebagai orang asing tetapi sebagai bagian dari bangsa Isarel.

Sikap Boas ini mendatangkan sukacita untuk Rut. Perkataan Boas menghibur hatinya dan menenangkan dirinya.

Boas terus memperhatikan Rut dengan mengajaknya duduk makan bersama dengan pekerja perempuan lainnya, dan ia pun memberi perintah kepada para pekerja laki-laki untuk menjatuhkan lebih banyak gandum agar diambil oleh Rut.

Rut pun bersukacita karena dalam satu hari bekerja ia mendapat seefa (sepuluh kilogram) jelai.

 

Jadikanlah diri kita sebagai orang yang selalu mendatangkan sukacita dan ketenangan bagi sesama yang kita jumpai.

Sikap ini didasari pada kepedulian kita terhadap orang lain, khususnya bagi sesama kita yang sedang mengalami kesusahan.

Orang yang sedang mengalami kesusahan membutuhkan bantuan orang lain agar kesusahan yang sedang di hadapinya dapat teratasi.

Ingatlah bahwa kita pun suatu saat akan mengalami kesusahan dan membutuhkan orang lain juga untuk menolong kita.

Mari, mulailah membuka diri untuk menolong sesama dalam kehidupan keluarga kita. Amin.

 

Doa: Jadikanlah diri kami, ya Tuhan, sebagai penolong bagi mereka yang berkesusahan agar mereka terhibur dan bersukacita. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT