Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AMPHURI: Jarak Kampung Haji ke Masjidilharam Jauh, Minta Pemerintah Tak Wajibkan Jemaah Menginap

P
Kampung Haji Indonesia di Makkah hanya 2 Km Dari Masjidil Haram
Kampung Haji Indonesia di Makkah hanya 2 Km Dari Masjidil Haram

JAKARTA – DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta pemerintah tidak mewajibkan jemaah umrah dari biro travel menginap di Kampung Haji Indonesia di Makkah. Sebab, jarak tempat itu menuju Masjidilharam terbilang jauh. Berkisar 2-3 kilometer (km). Sekjen DPP AMPHURI Zaky Zakaria Anshary mengatakan, pemerintah belum menyampaikan jarak kampung haji ke Masjidilharam. 


Advertisement

Namun, dari informasi yang dia terima, radiusnya berkisar 2-3 km. "Sekiranya lebih dari 1 km dari Masjidilharam, mohon tidak memaksakan penggunaannya ke pihak swasta untuk umrah," jelasnya kemarin (9/2). Sebab, jarak hotel di Makkah menuju Masjidilharam bervariasi. Selain itu, travel umrah maupun haji dari Indonesia terikat aturan pemerintah.

 

Misalnya untuk haji khusus. Aturannya, harus berada di ring 1 yaitu di radius 500 meter dari Masjidilharam. Sementara, aturan hotel umrah, maksimal 1 Km dari Masjidilharam. Kemudian, hotel transit berada di radius 1-3 Km dari tempat melempar jumrah. Hotel transit hanya diperlukan saat penyelenggaraan haji. "Perlu kita lihat Kampung haji masuknya kategori mana. Dekat ke Masjidilharam atau ke Jamarat," kata Zaky.

Advertisement

Menurut dia, pembangunan Kampung Haji Indonesia kerap dibahas sebagai rencana jangka panjang. Seperti, pembangunan hotel di kompleks Jabal Omar. Proyek itu dibangun lebih dari 10 tahun yang lalu. Sampai saat ini, belum selesai 100 persen. Karena, pengerjaannya terus berlanjut.

 

Advertisement

 

Peningkatan Layanan

Zaky menyebut, pembangunan Kampung Haji di Makkah bertujuan meningkatkan layanan dan kenyamanan jemaah haji dan umrah Indonesia saat ibadah haji dan umrah. "AMPHURI berharap kampung haji bisa menjadi kawasan khusus yang menyediakan hotel atau akomodasi ramah bagi jemaah Indonesia," paparnya.

Sebab, selama ini, jemaah Indonesia sering mengalami culture shock. Karena mereka harus beradaptasi dengan lingkungan serta budaya baru. Selain itu, kampung haji diharapkan memiliki restoran dengan cita rasa Nusantara serta klinik kesehatan dan pusat informasi berbahasa Indonesia.

Kampung haji juga diharapkan menjadi penghubung bisnis travel haji dan umrah serta kantor perwakilan penyelenggara di Makkah. "Bisa menjadi area logistik dan layanan terpadu," terang Zaky. (wan/aph)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Kementerian Haji dan Umrah: Larang KBIHU Kapling Tenda Wukuf di Arafah

Kementerian Haji dan Umrah: Larang KBIHU Kapling Tenda Wukuf di Arafah

Misi penerbangan keberangkatan jemaah haji 2026 sudah selesai. Saat ini seluruh jemaah haji Indonesia sudah terkonsentrasi di Makkah. Data dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyebutkan, total penerbangan pada...

CJH Sakit Permanen, Porsi Bisa Dilimpahkan ke Keluarga

CJH Sakit Permanen, Porsi Bisa Dilimpahkan ke Keluarga

SETELAH memulangkan 25 calon jemaah haji (CJH) beserta pendampingnya karena dinyatakan tidak layak terbang, enam jemaah dari Embarkasi Solo, Jawa Tengah, mengalami penurunan kondisi saat pesawat melakukan technical...

Kemenhaj Minta Masyarakat Waspadai Modus Tawaran Berangkat Haji tanpa Antre

Kemenhaj Minta Masyarakat Waspadai Modus Tawaran Berangkat Haji tanpa Antre

Seiring dengan masuknya musim haji 2026, praktik penawaran haji nonprosedural (ilegal) semakin marak. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan masyarakat untuk waspada agar tidak menjadi korban kejahatan...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer