Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditinggal Ibu di Tepi Jalan, Bocah Tewas Ditabrak, Penabrak Mengaku Mengantuk

P
Lokasi Kejadian: Petugas Satlantas Polres Pasuruan olah TKP di Jalan Raya Bromo, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan
Lokasi Kejadian: Petugas Satlantas Polres Pasuruan olah TKP di Jalan Raya Bromo, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan

PASURUAN – Maulidina Maryam, 31, hanya berniat belanja sebentar di toko langganannya. Karena merasa cuma sebentar, dia meninggalkan anaknya, Daffa Arrian Nabil, 7, sendirian di atas motornya yang diparkir di depan toko.


Advertisement

Namun, keputusan sang ibu berujung tragedi memilukan. Sebuah mobil yang melaju kencang menabrak Daffa dan motornya. Nyawa sang bocah malang itu tak bisa ditolong.

 

Insiden tragis itu terjadi di Jalan Raya Bromo, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, kemarin (15/2) pukul 07.56 WIB. Pasangan ibu dan anak itu berboncengan dengan motor bernopol N 2700 VE menuju toko bahan kue itu.

Advertisement

"Ibunya memang sering belanja di sini, biasanya seminggu sekali. Waktu itu, anaknya menunggu di pinggir jalan," ujar karyawan toko, Muhammad Hoirul.

Belum selesai belanja, tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari depan toko. Rupanya, suara itu berasal dari mobil bernopol N 1909 A yang menabrak korban dan motornya. Mobil dikemudikan Muhammad Mukhlas, 46, warga Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan.

Benturan keras itu segera disusul dengan teriakan bersahut-sahutan dan jeritan histeris sejumlah warga. Ibu korban berlari histeris mendekati korban yang sudah terkapar di jalan.

Advertisement

 

 

Sopir mobil yang menabrak, Mukhlas, juga terlihat mengangkat korban yang sudah tak sadar. Korban dilarikan ke Puskesmas Gondangwetan. Sayangnya, dalam perjalanan, bocah malang itu mengembuskan napas terakhirnya. Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr R Soedarsono.

Saat ditemui seusai kejadian, Mukhlas mengaku mengantuk saat mengemudi mobil sampai tak sadar mobilnya oleng ke kiri. Dia baru sadar pasca tabrakan. Dia langsung keluar mobil untuk menolong korban.

"Saya berusaha menghentikan mobil yang melintas untuk membawa korban ke Puskesmas terdekat," katanya. Mukhlas mengakui kesalahannya dan sudah menghubungi keluarga korban.

Pasca insiden, petugas Satlantas Polres Pasuruan melakukan olah TKP. Sopir mobil dan dua kendaraan yang terlibat diamankan. "Kedua belah pihak sudah kami periksa. Kasus ini belum naik ke penyidikan," kata Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca. (zen/hn/ris/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer