Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpaksa Meniti "Gondola" Buntut Jembatan Ambrol Di Perbatasan Ponorogo–Trenggalek, Pembangunan Terkendala Kewenangan

P
SOLUSI SEMENTARA: Warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Ponorogo, Jawa Timur, memanfaatkan gondola rakitan untuk aktivitas sehari-hari.
SOLUSI SEMENTARA: Warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Ponorogo, Jawa Timur, memanfaatkan gondola rakitan untuk aktivitas sehari-hari.

PONOROGO – Beginilah repotnya ketika infrastruktur yang berada persis di perbatasan dua kabupaten rusak. Kewenangan memperbaiki menjadi kendala. Akhirnya, rakyatlah yang menjadi korban. Namun, rakyat pula yang berdaya usaha sendiri menemukan jalan keluarnya. 


Advertisement

Seperti dilaporkan Radar Ponorogo Grup Jawa Pos, setiap hari warga Desa Gedangan Kecamatan Ngranyun Kabupaten Ponorogo terpaksa menggunakan ”gondola” rakitan atau semacam kereta gantung untuk menyeberang ke wilayah Seberang Sungai Jabak. Wilayah itu masuk Desa Depok Kecamatan Panggul kabupaten Trenggalek.

 

Jembatan tersebut ambrol pada Januari lalu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengatakan, kondisi jembatan milik warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, tersebut telah diinventarisasi. Dibangun secara swadaya oleh masyarakat desa, pihaknya mengamini keberadaan jembatan tersebut terbentur status kewenangan.

Advertisement

Jembatan tersebut bukan dibangun di jalan milik kabupaten maupun poros desa. ”Memang kewenangan ini menjadi kendala karena bukan status aset pemkab,” terangnya.

Selain masalah kewenangan, pihaknya perlu cermat mengidentifikasi karena jembatan berada persis di perbatasan Ponorogo dan Trenggalek. Apakah menjadi tanggung jawab Pemkab Ponorogo atau Kabupaten Trenggalek?

Masalah administrasi dan salah kucuran anggaran berpotensi memperburuk status jembatan kelak. ”Apakah nanti bisa dilakukan penganggaran oleh Pemkab Ponorogo atau Trenggalek, ini juga sedang kami koordinasikan,” ungkapnya.

Advertisement

 

 

Koordinasi dengan DPRD Jatim

Jamus memastikan, Pemkab Ponorogo tidak lantas berpangku tangan. Beberapa waktu lalu pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Jawa Timur untuk menakar potensi pembangunan jembatan di perbatasan tersebut.

Salah satunya opsi usulan hibah anggaran kepada pemerintah desa (pemdes) setempat. Untuk selanjutnya membangun jembatan atau melakukan perbaikan. ”Ini sudah kami laporkan ke pimpinan. Opsi-opsi dan kendala kami terangkan juga, termasuk bagaimana nanti solusinya,” katanya. (gen/kid/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer