Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bareskrim Ringkus 330 Mafia BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi hingga Rp 243 Miliar

P
UNGKAP PERKARA: Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin (dua dari kanan) bersama Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto (dua dari kiri) dan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu (kanan) saat konferensi pers kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di Mabes Polri kemarin (21/4). (Foto: RENO ESNIR/ANTARA FOTO)
UNGKAP PERKARA: Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin (dua dari kanan) bersama Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto (dua dari kiri) dan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu (kanan) saat konferensi pers kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di Mabes Polri kemarin (21/4). (Foto: RENO ESNIR/ANTARA FOTO)

Advertisement

 JAKARTA – Bareskrim Polri membongkar praktik culas penyalahgunaan elpiji dan BBM bersubsidi dalam operasi 13 hari (7 April - 20 April 2026) di 223 TKP. Total, 330 tersangka diringkus dengan nilai kerugian negara berkisar Rp 243.069.600.800. 

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, tindakan pelaku bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan bentuk sabotase terhadap kesejahteraan sosial. "Setiap liter BBM dan tabung LPG bersubsidi yang mereka selewengkan adalah hak petani, nelayan, dan pedagang kecil yang dirampas," ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin (21/4).

Data Polri menyebutkan bahwa sepanjang periode 2025 sampai 2026, tercatat 65 SPBU terlibat dalam praktik penyalahgunaan itu. Sebanyak 46 perkara di antaranya sudah dinyatakan lengkap (P21). Sementara, 19 lainnya tengah didalami penyidik. "Kejahatan ini sangat terorganisir," ujar Nunung.

Advertisement

Modus Operandi

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh. Irhamni menjelaskan modus operandi yang dilakukan para tersangka yang semakin licin, mulai dari memodifikasi tangki kendaraan hingga memanipulasi barcode melalui plat nomor palsu. "Di sektor gas, praktik kanibal isi tabung LPG 3 Kg yang dipindahkan ke tabung nonsubsidi masih menjadi momok utama," paparnya.

Dampak kecurangan ini merugikan keuangan negara berkisar Rp 243.069.600.800. Selain itu, efek sosialnya jauh lebih menyakitkan, yakni antrean panjang sopir angkutan, kelangkaan solar untuk nelayan, hingga ibu rumah tangga yang mengeluhkan minimnya ketersediaan gas melon di pasaran. "Barang bukti yang disita wujud nyata penjarahan tersebut, yakni 461.814 liter BBM, baik Solar dan Pertalite. Lalu, 13.346 tabung LPG berbagai ukuran, 161 unit kendaraan yang digunakan sebagai sarana kejahatan," terang Irhamni.

Advertisement

 

 

Gandeng PPATK

Polisi kini tidak hanya berfokus menindak para operator penyelewengan BBM dan LPG di lapangan. Lewat strategi baru, Bareskrim telah memerintahkan seluruh penyidik untuk menggandeng PPATK guna melacak aliran dana hasil kejahatan tersebut. "Kami tidak akan berhenti pada pelaku di lapangan. Pemodal, penampung, hingga aktor intelektual di balik layar akan kami jerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kami akan sita aset hasil kejahatan mereka sampai ke akar-akarnya," tambah Nunung.

Pantauan Harga

Belum seluruh agen LPG 12 Kg di Surabaya memberlakukan kenaikan harga, dari Rp 192 ribu per tabung menjadi Rp 228 ribu per tabung. Arikah Nova, penjaga toko LPG di kawasan Ketintang, Surabaya, Jawa Timur menuturkan, elpiji pink di tempatnya dijual Rp 209 ribu per tabung, naik 17 ribu dari harga awal. "Tapi, kami hanya menyediakan isi ulang, tidak tabung baru," terangnya.

Arikah mengaku belum mengetahui kabar tentang kenaikan harga LPG 12 Kg. Sehingga, dia masih menjual elpiji nonsubsidi tersebut sesuai dengan harga lama.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Pengamat: Kompor Listrik Belum Jawab Kelangkaan LPG, Dinilai Lebih Tepat sebagai Solusi Jangka Panjang

Pengamat: Kompor Listrik Belum Jawab Kelangkaan LPG, Dinilai Lebih Tepat sebagai Solusi Jangka Panjang

Program konversi kompor listrik yang diwacanakan pemerintah dinilai belum menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan LPG bersubsidi yang terjadi saat ini. Kebijakan tersebut dianggap lebih efektif sebagai langkah jangka..

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk Indonesia

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk Indonesia

Pemerintah mempercepat langkah diversifikasi pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Setelah negosiasi rampung, impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia dipastikan segera terealisasi dalam..

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer