Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

P
Penulis: Pratama Karamoy❯
ANTISIPASI KEKERINGAN: Petani mengaliri area persawahan menggunakan pompa air. (Foto: HUMAS KEMENTAN)
ANTISIPASI KEKERINGAN: Petani mengaliri area persawahan menggunakan pompa air. (Foto: HUMAS KEMENTAN)

Advertisement

 

JAKARTA - Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan bantuan 56 ribu unit pompa air.

Bantuan puluhan ribu unit pompa air untuk petani itu disiapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan ini disiapkan sebagai langkah mitigasi kekeringan nasional. Utamanya menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim.

Advertisement

Kementan menyebutkan bahwa program pompanisasi menjadi strategi pemerintah untuk memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air. Sehingga target swasembada pangan dapat terus dijaga.

Saat ini pemerintah mempercepat penyaluran pompa air ke berbagai sentra produksi padi yang masih memiliki sumber air. "Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Advertisement

Menurut dia pengalaman menghadapi El Nino beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan menjaga produksi pangan. Karena itu, program pompanisasi dipadukan dengan modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

Andi menjelaskan, dari total 56 ribu unit pompa air yang disiapkan pada Tahun Anggaran 2026, sekitar 11 ribu unit telah didistribusikan kepada penerima manfaat. Kemudian sekitar 20 ribu unit lainnya sedang dalam proses penyaluran berdasarkan usulan pemerintah daerah. Khususnya wilayah yang mengalami kekeringan namun masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan. (wan/bas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Penurunan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai menjadi penahan utama laju inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, menurut data BPS.

Kementan Proyeksikan Produksi Padi Nasional Naik di Semester I 2026, Waspada Cuaca dan Air

Kementan Proyeksikan Produksi Padi Nasional Naik di Semester I 2026, Waspada Cuaca dan Air

Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi padi nasional meningkat di paruh pertama 2026, namun tetap mewaspadai faktor cuaca dan kondisi sumber daya air.

Kementan Pangkas Harga Pupuk Bersubsidi 20% untuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Pangkas Harga Pupuk Bersubsidi 20% untuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Kementerian Pertanian memangkas harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk semua jenis pupuk, sebagai respons terhadap lonjakan harga global dan ancaman krisis pangan akibat konflik Timur Tengah serta pembatasan eksp

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer