JAGOSATU.COM - Real Madrid kembali gagal menunjukkan stabilitas setelah hanya bermain imbang melawan Girona, dan sorotan tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada absennya Dean Huijsen.
Bek muda berusia 20 tahun itu kembali tidak masuk dalam skuad asuhan Xabi Alonso, membuat para pendukung mempertanyakan kondisi terbaru sang pemain. Huijsen juga sebelumnya absen dalam laga melawan Olympiacos di tengah pekan akibat cedera lutut ringan yang didapatkan saat menghadapi Elche.
Situasi ini menjadi semakin sensitif mengingat performa Huijsen dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan penurunan. Setelah sebelumnya tampil sangat impresif, terutama sejak kedatangannya dan saat tampil di Piala Dunia Antarklub, ketidakhadirannya kini justru menambah daftar masalah di lini belakang Real Madrid yang belakangan ini tidak stabil. Namun, laporan dari AS menegaskan bahwa baik manajemen maupun staf pelatih tetap memandang Huijsen sebagai bagian penting dari proyek masa depan pertahanan Los Blancos.
Sumber internal klub menyebutkan bahwa kepercayaan kepada Huijsen tidak berubah sedikit pun. Meski masih muda, ia dianggap memiliki kombinasi kemampuan teknis, visi bermain, dan karakter yang membuatnya cocok menjadi pilar utama dalam beberapa tahun ke depan. Para pemain senior di ruang ganti pun melihat Huijsen sebagai sosok yang cepat belajar dan mudah beradaptasi, sesuatu yang jarang dimiliki bek seusianya.
Namun, di balik potensi besar itu, beban kompetitif yang ia tanggung sejak awal bergabung dengan klub raksasa seperti Real Madrid rupanya mulai memperlihatkan konsekuensi. Menurut staf medis, intensitas pertandingan yang tinggi dan tekanan mental yang besar membuat tubuh Huijsen sulit beradaptasi dalam waktu singkat. Hal itu terlihat dari dua kesempatan pemanggilan ke pemusatan latihan timnas Spanyol yang berakhir dengan kepulangannya karena cedera otot.
Setiap kali kembali bermain setelah cedera, Huijsen tampak kesulitan menemukan ritme dan konsistensi. Ia menunjukkan performa yang naik-turun, dan ketika mulai terlihat stabil, masalah fisik kembali muncul. Pola ini membuatnya sulit mempertahankan posisi sebagai starter reguler, meski Xabi Alonso tetap memandangnya sebagai bagian integral dari rencana jangka panjang.
Absennya Huijsen dalam dua pertandingan beruntun ini juga menandai titik penting bagi pemain muda tersebut. Bagi Real Madrid, masa depan Huijsen masih cerah, tetapi diperlukan manajemen fisik yang lebih matang agar ia tidak terus terjebak dalam siklus cedera dan penurunan performa. Klub tampaknya berkomitmen memberikan waktu dan ruang agar ia pulih sepenuhnya sebelum kembali ke lapangan.
Dengan musim yang masih panjang, Real Madrid berharap Huijsen dapat kembali ke kondisi terbaiknya. Peran seorang bek muda dengan kualitas sepertinya jelas sangat dibutuhkan, terutama ketika tim sedang berjuang mencari kestabilan. Pada akhirnya, jalan panjang masih menanti Huijsen, dan dukungan penuh dari klub bisa menjadi modal besar untuk bangkit kembali.
Editor : Toar Rotulung