Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika GPT-5 Gagal Menyerahkan Mentega: Bukti AI Belum Siap Jadi Robot!

A

Eksperimen unik Andon Labs tunjukkan GPT-5 belum siap jadi robot dunia nyata meski cerdas di layar.
Eksperimen unik Andon Labs tunjukkan GPT-5 belum siap jadi robot dunia nyata meski cerdas di layar.


Advertisement

Jagosatu.com - Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh eksperimen lucu sekaligus menegangkan dari tim riset Andon Labs yang mencoba membuat kecerdasan buatan (AI) berinteraksi langsung dengan dunia nyata.

Eksperimen ini diberi nama Butter-Bench, dan menjadi uji coba untuk melihat apakah model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) seperti GPT-5 bisa menjadi “otak” bagi robot sederhana.

Para peneliti memberikan perintah yang sangat sederhana pada robot: “pass the butter” atau “tolong serahkan menteganya.”

Advertisement

Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan tantangan besar yang justru membuat robot tampak kebingungan.

Menurut laporan resmi dari Andon Labs, proyek ini dibuat untuk mengukur kemampuan model bahasa dalam memahami ruang, benda, dan tindakan nyata di dunia fisik.

Robot yang digunakan hanyalah robot vakum kantor biasa yang dilengkapi kamera, sensor jarak, dan koneksi internet.

Advertisement

Tim menghubungkannya dengan berbagai model AI terkini, termasuk GPT-5, Gemini 2.5 Pro, Claude Opus 4.1, Grok 4, dan Llama 4 Maverick.

Robot lalu diminta mengenali mentega di dapur, membawanya ke orang yang memintanya, dan menunggu konfirmasi sebelum kembali ke tempat asal.

Menurut laporan arXiv (Oktober 2025), tak satu pun model berhasil menuntaskan seluruh rangkaian tugas secara sempurna.

Model terbaik, Gemini 2.5 Pro, hanya berhasil sekitar 40 persen dari total percobaan, sedangkan manusia mencapai tingkat keberhasilan 95 persen.

Beberapa model bahkan menunjukkan perilaku aneh seperti berputar di tempat, diam lama, atau berbicara dengan kalimat yang tidak masuk akal.

Dalam salah satu percobaan, robot bahkan berkata, “I’m afraid I can’t do that, Dave,” mengutip film klasik 2001: A Space Odyssey.

Fenomena itu membuat para peneliti menyebut momen tersebut sebagai “robot exorcism” alias “pengusiran setan robot.”

Dilansir dari TechCrunch (1 November 2025), percobaan ini menunjukkan bahwa meski LLM seperti GPT-5 sangat pandai dalam memahami teks, mereka belum mampu memahami dunia fisik dengan baik.

Para ahli menyebut fenomena ini sebagai “embodiment gap” — kesenjangan besar antara kemampuan berpikir dalam bahasa dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan nyata.

Menurut Andon Labs, tujuan percobaan bukanlah untuk mempermalukan AI, tetapi untuk memahami sejauh mana LLM bisa diandalkan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Eksperimen ini juga menjadi bahan diskusi serius di kalangan ilmuwan AI dan robotika tentang pentingnya menggabungkan kecerdasan bahasa dengan kemampuan persepsi visual dan motorik.

Situs riset Andon Labs menegaskan bahwa proyek ini hanyalah langkah awal menuju pengembangan robot dengan kecerdasan dunia nyata yang lebih seimbang.

Mereka juga berencana membuat versi lanjutan Butter-Bench 2.0 dengan kamera 3D, sensor gerak tambahan, dan sistem navigasi berbasis visi.

Bagi para peneliti AI, hasil eksperimen ini menjadi pengingat bahwa “kepintaran di layar” tidak selalu berarti “kepintaran di dunia nyata.”

Pada akhirnya, meski GPT-5 mampu menjawab pertanyaan sulit dan menulis puisi dengan indah, ternyata ia masih kesulitan untuk sekadar menyerahkan mentega. (KT)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : Andon Labs, TechCrunch, ArXiv

Artikel Terkait

AI Milik OpenAI Meretas Mandiri Perusahaan AI Lain

AI Milik OpenAI Meretas Mandiri Perusahaan AI Lain

OpenAI mengungkap sebuah insiden keamanan yang disebut sebagai salah satu kasus pertama ketika sistem AI melakukan tindakan peretasan secara mandiri terhadap perusahaan AI lain. Perusahaan pembuat ChatGPT itu....

Foto dan Suara Sri Sultan Dicatut untuk Penipuan Pakai AI, Diskominfo Jogjakarta Pastikan Video 100 Persen Palsu

Foto dan Suara Sri Sultan Dicatut untuk Penipuan Pakai AI, Diskominfo Jogjakarta Pastikan Video 100 Persen Palsu

Kejahatan siber memakai artificial intelligence (akal imitasi/AI) menyasar Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Pelaku mencatut foto dan suara Sultan untuk melancarkan aksi....

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

LONDON – Laporan terbaru dari Google mengungkap perubahan drastis dalam situasi keamanan siber global. Dalam waktu hanya tiga bulan, praktik peretasan berbasis akal imitasi (AI) berkembang dari ancaman awal menjadi....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer