Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhirnya! Amazon dan Google Bersatu Demi Internet Super Ngebut

T
Logo AWS dan GCP
Logo AWS dan GCP

JagoSatu.com - Amazon dan Google baru saja merilis pengumuman besar yang bikin heboh dunia teknologi. Siapa sangka dua raksasa yang biasa bersaing ketat ini malah memutuskan untuk berkolaborasi dalam layanan jaringan multicloud? Tanda-tanda pasar lagi berubah drastis, nih!


Advertisement

Layanan baru ini hadir karena permintaan konektivitas ngebut antar penyedia cloud makin tinggi. Gangguan internet sedikit saja sekarang biayanya mahal banget. Gara-gara potensi kerugian itulah, ego perusahaan harus dikesampingkan demi kenyamanan pengguna.

Dikutip dari Reuters, langkah ini adalah respon langsung terhadap gangguan besar seperti yang dialami AWS pada 20 Oktober lalu. Bayangkan, satu insiden itu bikin perusahaan-perusahaan AS rugi sampai $650 juta. Angka fantastis yang bikin siapa saja putar otak.

Proyek kolaborasi ini resmi diumumkan di ajang AWS re:Invent. Dilansir oleh Reuters, fitur ini memungkinkan pembuatan jalur khusus antar platform dalam hitungan menit saja. Dulu proses ribet ini butuh waktu berminggu-minggu, sekarang instan banget!

Advertisement

Solusi canggih ini menghilangkan kerumitan infrastruktur fisik seperti router dan sirkuit. Pengguna tinggal atur bandwidth lewat konsol sederhana atau API. Bye-bye kabel ruwet! Semuanya kini dibuat simpel, seperti inilah seharusnya teknologi cloud bekerja.

Keamanan juga jadi prioritas utama dengan arsitektur quad-redundant dan enkripsi MACsec. Tujuannya jelas, memastikan lalu lintas data antar-cloud tetap aman dan lancar. Nggak perlu takut data penting nyasar atau hilang di tengah jalan, sistemnya sudah berlapis.

Fitur ini memungkinkan perusahaan membangun sistem yang jauh lebih tangguh. Kalau satu cloud bermasalah, data bisa langsung pindah ke cloud lain dengan cepat. Jangan cuma percaya satu raksasa kalau bisa pegang dua-duanya sekaligus demi keamanan.

Advertisement

Penawaran ini menggabungkan teknologi interkoneksi canggih dari AWS dan Google. Dikutip dari Reuters, mereka berharap bisa menciptakan standar terbuka baru untuk industri. Kalau ini sukses, semua penyedia layanan mungkin bakal ikut standar yang sama.

Wakil Presiden AWS, Robert Kennedy, bilang solusi ini bikin konektivitas siap pakai cuma dengan "tunjuk dan klik". Terdengar sangat simpel, kan? Memang kemudahan seperti inilah yang paling dicari oleh pelanggan perusahaan zaman sekarang.

Wakil Presiden Google Cloud, Rob Enns, juga satu suara. Visi mereka adalah pengalaman multicloud yang menyatu. Intinya, mereka mau pebisnis fokus mikirin kode dan aplikasi, bukan malah pusing ngurusin diagram jaringan yang njelimet.

Salesforce sudah curi start jadi pengguna awal layanan ini. Mereka memanfaatkannya untuk transfer data AI dan analitik yang ukurannya masif. Jelas saja, mindahin data segede gaban buat pelatihan AI itu butuh jalur khusus yang nggak main-main.

Masalah latensi atau jeda saat memindahkan data pelatihan AI raksasa akhirnya teratasi lewat kolaborasi ini. AI butuh bandwidth super besar, dan kemitraan ini adalah pondasi penting buat komputasi generasi berikutnya yang makin canggih.

Menariknya, Microsoft Azure diprediksi bakal gabung di tahun 2026, seperti dilaporkan Reuters. Kalau "Tiga Besar" ini benar-benar bersatu, ini bakal jadi pergeseran sejarah paling epik di dunia komputasi awan. Seluruh dunia pasti memantau.

Meski kolaborasi, AWS masih jadi raja cloud dengan pendapatan $33 miliar di Q3, dua kali lipat dari Google. Tapi, kerja sama ini adalah langkah cerdas buat memperkuat posisi mereka, terutama untuk menghadapi saingan lain seperti Azure.

Kemitraan ini menandai berakhirnya era "tembok pemisah" dalam perang cloud. Sekarang, kuncinya adalah interoperabilitas dan ketahanan sistem. Nah, menurut kalian kolaborasi ini bakal awet atau cuma sebentar? (tmtiwow)

Advertisement

Artikel Terkait

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Google kembali membuat gebrakan besar. Perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu mengubah mesin pencari Google menjadi sistem akal imitasi (AI) yang otonom (bisa bekerja sendiri). Perubahan ini disebut....

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

LONDON – Laporan terbaru dari Google mengungkap perubahan drastis dalam situasi keamanan siber global. Dalam waktu hanya tiga bulan, praktik peretasan berbasis akal imitasi (AI) berkembang dari ancaman awal menjadi....

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Arah persaingan akal imitasi (AI) global kian bergeser ketika Alphabet Inc., induk Google, menyiapkan investasi hingga 40 miliar dolar AS atau hampir Rp 690 triliun ke Anthropic. Investasi ini menunjukkan bahwa...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer