Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pabrik Otonom Xiaomi Mampu Memproduksi Satu Ponsel Per Detik

P
Gedung Xiaomi Smart Factory di Wuhan, Tiongkok. Xiaomi telah mengandalkan robot dalam perakitan telepon pintar untuk mempercepat produksi.
Gedung Xiaomi Smart Factory di Wuhan, Tiongkok. Xiaomi telah mengandalkan robot dalam perakitan telepon pintar untuk mempercepat produksi.

BEIJING – Xiaomi kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor transformasi manufaktur global. Melalui fasilitas produksi ponsel pintar yang sepenuhnya otomatis di distrik Changping, Beijing, perusahaan teknologi asal Tiongkok itu memamerkan wajah baru industri manufaktur: serbacerdas, senyap, dan nyaris tanpa sentuhan manusia.


Advertisement

Pabrik yang dikenal sebagai dark factory tersebut bukan sekadar pabrik pintar konvensional. Ia menjadi etalase bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan robotika mulai mengambil alih seluruh rantai produksi. Mulai perakitan hingga pengemasan akhir.

 

Istilah dark factory tidak hanya merujuk pada absennya pekerja manusia, tetapi juga pada desain pabrik yang dapat beroperasi tanpa pencahayaan konvensional. Robot industri tidak membutuhkan cahaya, pemanas, maupun fasilitas pendukung manusia lainnya. BGR kemarin (5/2) melaporkan, fasilitas seluas hampir 97 ribu meter persegi tersebut beroperasi tanpa kehadiran pekerja manusia di lantai produksi. Seluruh proses dijalankan oleh robot industri yang terintegrasi dengan sistem AI dan sensor presisi tinggi.

Advertisement

 

 

Advertisement

Xiaomi menyebutkan, pabrik itu memiliki kapasitas produksi hingga 10 juta unit ponsel pintar per tahun. Pada kapasitas penuh, fasilitas otonom tersebut efektif mampu memproduksi rata-rata satu unit ponsel setiap detik. Sebuah lompatan signifikan jika dibandingkan dengan pola manufaktur konvensional yang masih bergantung pada tenaga manusia.

“Harus ada perubahan paradigma. Pendidikan dan pelatihan ulang harus dipercepat agar pekerja tetap relevan di era industri otomatisasi berteknologi tinggi,” kata Liang Wei, profesor ekonomi teknologi Universitas Tiongkok.

Menteri Perindustrian Tiongkok Zhao Huo menyampaikan pernyataan senada dalam forum industri global tahun lalu. Dark factory adalah cerminan posisi strategis Tiongkok dalam persaingan manufaktur dunia. Namun, ia juga menekankan pentingnya keseimbangan kebijakan,” katanya. (din/dri/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi kini memburu jutaan buku lawas untuk melatih model kecerdasan buatan demi meningkatkan kualitas bahasa dan penalaran mesin.

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ketahui apa itu fenomena brain rot akibat konsumsi konten digital berlebihan serta berbagai dampaknya yang mengancam kesehatan mental.

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset tren global terbaru mengungkap bahwa hampir separuh generasi Z di seluruh dunia mengaku telah membangun hubungan yang bermakna dengan kecerdasan buatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer