JagoSatu.com - Samsung kembali jadi bahan perbincangan, kali ini karena kerja samanya dengan Glance untuk menghadirkan iklan layar kunci berbasis AI. Mulai bulan ini, sejumlah ponsel Galaxy akan menampilkan foto pengguna—ya, wajah Anda sendiri—dipasangkan dengan pakaian trendi di lokasi yang dibuat secara imajinatif. Teknologi ini menggunakan selfie dan data tubuh untuk menghasilkan visual personal lewat Google Gemini dan Imagen. Gaya futuristik? Bisa jadi. Tapi banyak yang menganggapnya aneh, bahkan agak seram. Seperti yang ditulis pengguna WereCatf, "Seberapa hambar Anda hingga ingin menatap foto diri Anda sendiri?"
Fitur ini bukan tiba-tiba muncul di ponsel Anda. Glance mengklaim semuanya opt-in, jadi pengguna harus secara sukarela mengaktifkan layanan tersebut melalui Galaxy Store atau Play Store. Tapi kekhawatiran tetap ada: bagaimana kalau di masa depan, fitur ini menyelinap aktif secara default? Bahkan dalam status opt-in, pengguna diharuskan memberikan selfie dan informasi tubuh dasar. Seorang komentator dengan nama lightspd mengingatkan, "Keren sekarang, tapi nanti menyesal saat wajah Anda muncul di iklan."
Dikutip dari Ars Technica, sistem ini juga menyimpan data biometrik hingga 12 bulan sejak interaksi terakhir, atau sampai akun Anda dihapus. Glance memang menyatakan tidak akan membagikan atau menjual data tanpa persetujuan, tapi seperti biasa, kepercayaan adalah isu besar—apalagi bila menyangkut wajah dan identitas pengguna. Komentar rcduke menangkap kecemasan banyak orang: “Mungkin saja ToS-nya mengizinkan itu—dan mereka berharap tak ada yang membaca.”
Peluncuran awal akan menyasar perangkat Galaxy S22 hingga S25, dan akan diperluas dalam 30 hari ke depan. Ini akan tersedia via Galaxy Store, tapi bagi yang penasaran juga bisa menemukannya di Play Store. Namun di balik kemasan futuristik dan janji personalisasi, banyak yang menilai ini tak lebih dari strategi monetisasi data pribadi yang disamarkan dalam kemasan AI. DJ Farkus menyimpulkannya tegas: “Kalau layanan itu ‘gratis’ dan menyangkut data pribadi, berarti Anda-lah produknya.”
Gimana pendapat kalian? Apakah ini langkah maju dalam personalisasi atau sekadar cara lain memonetisasi wajah kita sendiri? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung