JAGOSATU.COM - Di dalam Gua Karawang, para ilmuwan menemukan kepala kerangka bison yang telah punah sekitar 36.000 tahun yang lalu. Penemuan ini menggunakan metode penanggalan radiokarbon.
Howard Carter, seorang arkeolog terkenal, pertama kali menemukan temuan ini di tahun 1920-an. Baru pada tahun 2007 para ahli mulai mempelajari temuan tersebut dengan lebih mendalam.
Meskipun jumlah tulang yang ditemukan tidak pasti, setidaknya ada 80 fragmen tulang yang masih dalam kondisi baik ditemukan di makam Raja Tutankhamun. Sisa-sisa tulang ini memberikan wawasan penting tentang kehidupan manusia purba.
Baca Juga: Rahasia Tersembunyi Mayat Taizhou: Penemuan Mengejutkan dan Fakta Unik dari Dinasti Ming, Apakah Ini Penemuan Arkeologi Terbesar?
Seorang arkeolog Belanda, Valdemijer, meneliti 81 fragmen tulang yang disimpan di Museum Luxor dan Museum Mesir di Kairo. Tulang-tulang ini menunjukkan bahwa Raja Tutankhamun menderita cacat pada kakinya, yang mungkin membuatnya memerlukan tongkat saat berjalan. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang kesehatan raja-raja Mesir kuno.
Analisis DNA dan CT scan pada sisa-sisa tulangnya mengungkapkan bahwa Raja Tutankhamun mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk infeksi dan kelainan pada kakinya. Penemuan ini membantu kita memahami lebih baik kondisi kesehatan raja-raja Mesir kuno.
Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang kehidupan bison yang hidup lebih dari 36.000 tahun yang lalu. Para ilmuwan menyatakan bahwa bison-bison ini mungkin hidup di Afrika dan Asia pada masa itu, berdasarkan analisis struktur tulang dan penelitian tentang habitat mereka.
Baca Juga: Ratusan Cincin Gading 1.500 Tahun dari Pemakaman Kuno Inggris Ungkap Rahasia Mengejutkan Jaringan Perdagangan Global
Temuan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kehidupan raja-raja Mesir kuno, tetapi juga tentang lingkungan dan kehidupan hewan purba. (*)
Editor : Richard Lawongan