Jagosatu.com - Oda Nobunaga adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah Jepang. Sebagai daimyo yang tangguh selama Era Sengoku, Nobunaga memainkan peran kunci dalam upaya penyatuan Jepang melalui strategi militer yang inovatif dan taktik kejam.
Awal Kehidupan dan Kebangkitan Menuju Kekuasaan
Lahir pada tahun 1534 di Provinsi Owari, Oda Nobunaga merupakan anak kedua dari Oda Nobuhide, seorang daimyo lokal. Setelah kematian ayahnya pada tahun 1551, Nobunaga mengambil alih kepemimpinan keluarga dan istana Nagoya. Meskipun menghadapi perlawanan dari saudara-saudaranya yang ingin merebut kekuasaan, Nobunaga berhasil mengukuhkan posisinya melalui serangkaian penaklukan, termasuk penaklukan kota Kiyosu pada tahun 1555 dan penghancuran benteng Iwakura pada tahun 1559. Tindakannya yang kejam semakin menonjol ketika ia memerintahkan pembunuhan terhadap adik laki-lakinya sendiri pada tahun 1557, memperkuat reputasinya sebagai pemimpin yang tak kenal ampun.
Inovasi Militer dan Penaklukan
Nobunaga dikenal sebagai inovator dalam strategi militer. Ia merupakan salah satu pemimpin pertama di Jepang yang mengadopsi penggunaan senjata api dari Barat. Pada usia muda, Nobunaga membentuk unit khusus yang dilengkapi dengan senapan pemantik, yang terbukti sangat efektif dalam pertempuran. Salah satu kemenangan terbesarnya terjadi pada Pertempuran Okehazama tahun 1560, di mana Nobunaga, dengan pasukan yang jauh lebih kecil, berhasil mengalahkan panglima perang Imagawa Yoshimoto. Kemenangan ini menandai awal kebangkitan Nobunaga sebagai salah satu daimyo terkuat di Jepang.
Kebijakan dan Strategi Penyatuan
Pada tahun 1568, Nobunaga mengambil alih ibu kota Heiankyo (Kyoto) dan memasang Ashikaga Yoshiaki sebagai shogun boneka. Lima tahun kemudian, setelah Yoshiaki diasingkan karena konspirasi dengan musuh-musuh Nobunaga, keshogunan Ashikaga pun berakhir. Nobunaga kemudian mendirikan markas baru di kastil Azuchi pada tahun 1579, yang menjadi simbol kemegahan dan kekuasaannya.
Dalam upayanya menyatukan Jepang, Nobunaga menerapkan berbagai reformasi ekonomi dan administratif. Ia menghapuskan tol di semua jalan untuk mengurangi pendapatan daimyo saingannya, mencetak mata uang standar untuk memperlancar perdagangan, serta mereformasi sistem pajak untuk meningkatkan efisiensi. Kebijakan "perburuan pedang" yang diberlakukannya sejak tahun 1576 bertujuan untuk melucuti rakyat biasa dari senjata mereka, sehingga mengurangi potensi pemberontakan.
Kejamannya dalam Mengatasi Lawan
Nobunaga tidak ragu menggunakan kekerasan untuk mengalahkan lawan-lawannya. Ia menghancurkan kuil-kuil Buddha seperti Enryakuji dan Ishiyama Honganji untuk melemahkan kekuatan agama yang mendukung musuh-musuhnya. Serangan brutal ini tidak hanya mengurangi pengaruh biara-biara tersebut tetapi juga menakut-nakuti para lawan potensial.
Selain itu, Nobunaga mendukung misionaris Kristen di Jepang, melihat mereka sebagai alat untuk membawa teknologi dan perdagangan yang menguntungkan. Namun, ia tetap keras terhadap agama-agama yang dianggap mengancam kekuasaannya.
Budaya dan Keturunan
Oda Nobunaga juga berperan dalam mempromosikan seni dan budaya di Jepang. Ia mendukung drama tradisional seperti Kowaka dan upacara minum teh yang dipelopori oleh Sen no Rikyu. Nobunaga juga membangun kultus kepemimpinan di sekitarnya, mendeklarasikan hari ulang tahunnya sebagai hari libur nasional dan mendorong orang-orang untuk memujanya.
Pengkhianatan dan Akhir Kehidupan
Pada tahun 1582, saat Nobunaga sedang bersiap untuk kampanye di barat Jepang, ia dikhianati oleh salah satu jenderalnya sendiri, Akechi Mitsuhide. Dalam insiden yang dikenal sebagai Peristiwa Honnoji, Mitsuhide menyerang Nobunaga di kuil Honnoji di Kyoto. Tidak ada yang pasti mengenai kematian Nobunaga, tetapi beberapa versi menyebutkan bahwa ia melakukan seppuku, sementara versi lain menyebutkan ia tewas terbakar dalam api yang melanda kuil tersebut. Pewarisnya, Nobutada, juga tewas dalam insiden tersebut.
Meskipun kematiannya yang tragis, visi Nobunaga untuk menyatukan Jepang diteruskan oleh Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu. Keberhasilan mereka dalam menyelesaikan tugas yang belum selesai oleh Nobunaga akhirnya membawa kedamaian selama 250 tahun di bawah pemerintahan Tokugawa.
Oda Nobunaga adalah sosok yang kompleks, dikenal karena inovasi militer dan kebijakan reformisnya yang visioner, tetapi juga karena kekejamannya yang tak tertandingi. Upayanya untuk menyatukan Jepang melalui kekuatan dan strategi yang brilian telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah Jepang, menjadikannya salah satu tokoh paling epik dan kontroversial dalam sejarah dunia.
(R. Jong)
Editor : Toar Rotulung