Jagosatu.com - Xuan Zang, seorang pelajar ulung dan pencari pengetahuan yang legendaris, lahir sekitar tahun 600 M di desa Chen He, Provinsi Henan, China. Meski berasal dari keluarga pejabat yang juga terpengaruh oleh ajaran Confusius, ketertarikan ayahnya pada Buddha mempengaruhi jalan hidup Xuan Zang yang luar biasa. Sejak usia dini, ia memulai pendidikan di vihara Jing Tu, memperlihatkan bakatnya yang menonjol dalam menghafal sutra Buddha.
Dorongan untuk menyempurnakan pengetahuan Buddhis di tanah airnya membuat Xuan Zang memutuskan untuk memulai perjalanan yang menantang ke India. Ketidakpuasan terhadap terjemahan kitab Buddhis yang ada di Cina membawanya menembus Gurun Gobi dan Gunung Ling, serta menghadapi berbagai bahaya termasuk ancaman dari penjaga perbatasan.
Sesampainya di India, ia diterima di Universitas Nalanda setelah melewati ujian yang ketat. Di bawah bimbingan Bhikshu Silabhadra, Xuan Zang menguasai 50 kitab suci Buddhis dan memperoleh gelar “San Zang”, mengukuhkan statusnya sebagai seorang sarjana terkemuka.
Setelah mengunjungi banyak tempat suci Buddhis di India, Xuan Zang kembali ke Cina dengan rute yang berbeda. Setibanya di tanah air, ia disambut dengan kehormatan tinggi oleh Kaisar Tang. Namun, meskipun ditawari posisi sebagai pejabat kerajaan, Xuan Zang memilih untuk mendedikasikan hidupnya dalam menerjemahkan kitab suci Buddhis untuk generasi mendatang.
(Jacky Karongkong)
Editor : Toar Rotulung