Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pengkhianatan Akechi Mitsuhide: Bagaimana Satu Langkahnya Menghancurkan Impian Oda Nobunaga!

ALengkong • 2024-09-01 10:05:45
Akechi Mitsuhide dalam game Samurai Warriors 5
Akechi Mitsuhide dalam game Samurai Warriors 5

Jagosatu.com - Era Sengoku di Jepang, periode yang penuh dengan perang dan perebutan kekuasaan, melahirkan banyak kisah menarik yang terus dikenang hingga kini. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah tentang Akechi Mitsuhide, seorang samurai yang mengkhianati Oda Nobunaga, seorang daimyo yang hampir berhasil menyatukan Jepang di bawah satu kekuasaan.

Akechi Mitsuhide, lahir pada 10 Maret 1528 di Provinsi Mino (sekarang dikenal sebagai Gifu), adalah seorang samurai yang pada awalnya mengabdi kepada klan Toki. Namun, setelah kematian ayahnya dalam pertempuran melawan Saito Dosan, Mitsuhide akhirnya bergabung dengan pihak yang membunuh ayahnya. Ia kemudian mengabdi pada klan Asakura di tahun 1565 dan, melalui rekomendasi dari Asakura Yoshikage, ditugaskan sebagai pengawal Ashikaga Yoshiaki.

Klan Ashikaga saat itu tengah berkonflik dengan klan Miyoshi, yang telah membunuh shogun ketiga belas, Yoshiteru, dan menggantikannya dengan shogun boneka, Yoshihide. Mitsuhide terlibat dalam berbagai peperangan, termasuk melawan Nagamasa Azai dan pemberontakan para biksu prajurit di Kuil Enryaku pada tahun 1571. Nobunaga yang tertarik dengan kemampuan Mitsuhide merekrutnya sebagai jenderal kepercayaannya, dan memberinya wilayah di Shiga serta kastil di Sakamoto sebagai hadiah.

Namun, hubungan antara Mitsuhide dan Nobunaga mulai memburuk ketika Mitsuhide diperintahkan untuk memimpin serangan terhadap klan Hatano di Hyogo. Meskipun ia berhasil menegosiasikan penyerahan klan Hatano tanpa pertumpahan darah, Nobunaga memerintahkan eksekusi seluruh anggota klan tersebut. Para pengikut Hatano, sebagai balas dendam, membunuh ibu Mitsuhide yang dijadikan jaminan keselamatan. Insiden ini diyakini menjadi salah satu alasan utama yang mendorong Mitsuhide untuk berkhianat.

Pada 21 Juni 1582, Mitsuhide melancarkan serangan mendadak terhadap Nobunaga di Kuil Honnō-ji, Kyoto, tempat Nobunaga bermalam dalam perjalanan militernya. Nobunaga, yang terpojok tanpa jalan keluar, akhirnya melakukan seppuku. Kematian Nobunaga tidak hanya mengakhiri ambisinya untuk menyatukan Jepang tetapi juga menandai berakhirnya dominasi klan Oda. Mitsuhide, yang mengklaim kekuasaan atas Jepang, hanya mampu mempertahankan posisinya selama 13 hari sebelum Toyotomi Hideyoshi, salah satu jenderal Nobunaga, menyerangnya di Pertempuran Yamazaki.

Mitsuhide kalah dalam pertempuran tersebut dan mencoba melarikan diri. Namun, ia akhirnya terbunuh oleh sekelompok bandit yang dipimpin oleh Nakamura Choubei, meskipun ada juga yang berpendapat bahwa ia melakukan seppuku. Hingga saat ini, alasan pasti pengkhianatan Mitsuhide masih menjadi misteri dan bahan perdebatan di kalangan sejarawan. Ada yang mengatakan bahwa pengkhianatannya didorong oleh dendam pribadi, sementara teori lain menyebutkan bahwa Mitsuhide merasa khawatir dengan nasibnya setelah Nobunaga mengasingkan dua bawahannya yang lain, Sakuma Nobumori dan Hayashi Hidesada.

Apapun alasan di balik tindakannya, Akechi Mitsuhide tetap dikenang sebagai pengkhianat yang mengubah jalannya sejarah Jepang, mengakhiri era Oda Nobunaga, dan membuka jalan bagi kebangkitan klan Toyotomi.

(R. Jong)

Editor : ALengkong
#Tokoh Sejarah #Sejarah Jepang #Era Sengoku #Akechi Mitsuhide #Toyotomi Hideyoshi #perang #Oda Nobunaga