JAGOSATU.COM – Seluruh masyarakat Kota Bitung mesti lebih waspada terhadap penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pasalnya, awal Februari 2022 ini sudah ada tiga kasus baru, sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bitung, melakukan fogging.
Seperti terpantau di Kelurahan Sagerat Weru II, Kecamatan Matuari, petugas melakukan fogging di pemukiman warga, termasuk sejumlah sejumlah persekolahan, Kamis (3/2).
Pengelola program demam berdarah Dinkes Kota Bitung Roni Marthin saat diwawancarai menjelaskan, di wilayah tersebut menyusul adanya satu kasus yang diduga DBD.
"Pemukiman, rumah kosong, sekolah dan tempat yang berpotensi dilakukan fogging," jelasnya.
Untuk kasus sendiri, di Februari 2022 ini sudah ada dugaan tiga kasus DBD. Sedangkan untuk Januari 2022 total ada 14 kasus (lihat grafis) yang tersebar di sembilan wilayah Puskesmas.
"Sehingga di bulan Januari 2022, dilaksanakan fogging tetapi hanya di wilayah pelayanan Puskesmas Bitung Barat I," ulasnya.
Pelaksanaan fogging tersebut menurutnya dilakukan jika wilayah tersebut memenuhi syarat seperti hasil diagonasa dokter positif DBD,
penyelidikan epidemilogi ada nyamuk demam berdarah dan pasien panas tanpa sebab yang pasti.
"Namum, fogging ini hanya memberantas nyamuk, bukan jentiknya sehingga harus dilakukan penerapan 5M oleh masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bitung dr Pitter Lumingkewas mengatakan, pihaknya sudah langsung melakukan penanganan pasca meningkatnya kasus DBD di Bitung.
"Kami sudah langsung turun lapangan dan melakukan fogging di beberapa lokasi yang menjadi tempat penyebaran DBD," ujarnya.
Selain itu tambah dia, Dinkes melalui sembilan Puskesmas di Kota Bitung sudah melakukan sosialisasi terkait penerapan 5M pada masyarakat.
"Yakni dengan menguras bak mandi menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta membuang kaleng bekas dan memasukkan ikan cupang atau bubuk abate ke dalam setiap genangan air," ujarnya.
Lumingkewas mengatakan, selain melakukan sosialisasi melalui Puskesmas, pihaknya juga telah menggandeng sejumlah rumah ibadah, untuk turut mensosialisasikan gerakan 5M.
"Tentu dalam mencegah DBD, memang memerlukan peran dari seluruh masyarakat untuk terus menggalakkan 5M, guna membasmi dan meminimalisir menyebarnya nyamuk yang dapat menyebabkan DBD," imbuhnya.(tr-01)
Sebaran Kasus DBD Januari 2022:
-Bitung Barat I 1 kasus
-Tinombala 2 kasus
-Sagerat 1 kasus
-Danowudu 2 kasus
-Girian Weru 3 kasus
-Pintu Kota 1 kasus
-Aertembaga 0 kasus
-Papusungan 2 kasus
-Paceda 2 kasus
Total: 14 kasus
Sumber: Dinkes Kota Bitung