JAGOSATU.COM - Warga Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) digegerkan dengan penemuan mayat yang diduga gantung diri di perkebunan Lopa' Desa Tombolikat, Senin (21/2/2022) pagi tadi.
Adapun korban tersebut adalah pemuda Desa Kayumoyondi bernama Jofi Kristova Tewu (24), putra pertama dari Adelusi Ponamon dan Marchel Tewu.
Jofri sendiri ditemukan tewas oleh warga di perkebunan Lopa' desa Tombolikat kompleks bendungan dalam keadaan gantung diri di pohon cacao, sekira pukul 11.00 Wita.
Hal ini dibenarkan Kepala Desa (Sangadi) Kayumoyondi Masrianto Patra kepada sejumlah wartawan bahwa warganya yang meninggal dunia akibat gantung diri.
“Iya, korban meninggal dunia karena gantung diri,” kata Sangadi Masrianto Patra.
Namun dari foto yang beredar, melihat jarak kaki dan tanah korban sangat dekat maka muncul asumsi ada kejanggalan dalam peristiwa tersebut.
"Coba lihat jarak kaki dan tanah bahkan dia bisa berpijak. Kemudian katanya tali yang digunakan juga terinformasi adalah tali rafia saja. Ini tidak masuk akal," ujar warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Boltim, Ipda Rendy Sual saat di konfirmasi mengatakan, asumsi ada kejanggalan dalam peristiwa gantung diri tersebut akan terjawab saat olah TKP. Dirinya hanya bisa memberikan pandangan umum dari hasil yang diperoleh oleh anggotanya di TKP.
"Secara umum, informasi yang saya terima dari anggota saya. Juga foto korban yang telah beredar di masyarakat, bahwa ketika ada asumsi dari masyarakat terkait hal yang tidak wajar dalam peristiwa gantung diri itu, bisa saja. Karena posisi jarak tanah dan kaki korban terlalu dekat dan tidak akan menyebabkan korban tergantung. Itu bisa dicurigai ada kejanggalan dan masyarakat bebas untuk berasumsi. Tapi selengkapnya nanti kita lihat hasil penyelidikan di TKP oleh Reskrim. Saya hanya bisa memberikan pandangan secara umum saja," jelas Sual. (Buyung Potabuga/can)
Editor : Administrator