TRAGIS! 2 Pemuda Tewas di Tambang Tobongon, Diduga Hirup Zat Beracun

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 24 Februari 2022 | 21:13 WIB
Korban saat dievakuasi oleh warga setempat di lokasi kejadian.
Korban saat dievakuasi oleh warga setempat di lokasi kejadian.

JAGOSATU.COM - Nasib naas dialami dua orang pemuda asal Desa Bongkudai Kecamatan Modayag Barat, dan Desa Modayag Dua, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang mongondow timur (Boltim). Pasalnya, kedua pemuda tersebut ditemukan tewas dalam lubang tambang emas di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Tobongon, Kamis (24/2/2022).

Dua pemuda itu berinisial FU alias Fir (22) dan A alias Awi (21). Keduanya oleh rekan-rekanya ditemukan tak bernyawa lagi saat sedang melakukan aktivitas di dalam lubang tersebut. Kuat dugaan keduanya meregang nyawa karena menghirup zat beracun atau zat asam saat sedang bekerja.

Adapun, Sudirman Mamonto, salah seorang pekerja yang juga saksi di lokasi kejadian menyebutkan, kedua pemuda masuk ke dalam lubang emas milik RM alias Rah, warga Tobongon, dengan tujuan mengambil material emas. Saat berada di kedalaman sekira 30-an meter tiba-tiba mesin genset yang digunakan sebagai alat pemompa angin atau blower itu mati.

Melihat kejadian itu, dengan cepat dia bersama rekan-rekannya langsung masuk ke dalam lubang dan melakukan pertolongan.

“Setelah masuk, kami melihat kedua korban sudah meninggal dunia. Dengan cepat, saya bersama teman-teman langsung masuk ke dalam lubang untuk mengecek dan akan melakukan pertolongan. Setelah masuk, kami melihat kedua korban sudah meninggal dunia,” kata SM.

Kasat Intel Polres Boltim, IPDA Rendi Sual, saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Kamis 24 Februari 2022 pukul 10.30 Wita, telah terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya dua orang penambang di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Desa Tobongon, Kecamatan Modayag,” ungkap Rendi Sual.

Dalam kejadian ini, terinformasi pihak keluarga korban menolak jenazah korban diautopsi. (Buyung Potabuga/can)

Editor : Administrator
Penambang tewas Boltim