Acara tersebut dilaksanakan di aula Kanwil IV Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman Stalkuda, Balikpapan, pada Sabtu (8/7).
Acara ini melibatkan tenaga medis dari Jakarta dan Balikpapan yang tergabung dalam tim Medical Pegadaian.
Meskipun khitanan massal dilaksanakan menjelang masuknya tahun ajaran baru, minat peserta tetap tinggi.
Hal ini dikarenakan metode khitan yang digunakan tidak membutuhkan waktu lama untuk proses penyembuhan. Metode ini menggunakan teknik terkini yang paling modern.
Baca Juga: Peringatan BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang di 4 Kabupaten Kaltim
Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Arifin dari tim Medical Pegadaian, mereka menggunakan metode Top Sealer.
"Top Sealer adalah teknik terbaik untuk khitanan," kata Dr. Arifin.
Dia menjelaskan bahwa metode Top Sealer memungkinkan proses penyembuhan lebih cepat dengan jumlah jahitan yang minimal dan luka yang lebih sedikit.
"Dalam waktu dua hari, luka akan kering asalkan tidak melakukan aktivitas berat, terutama berenang," katanya.
Risiko pendarahan juga minim. Bahkan proses khitan dengan metode ini hanya memakan waktu empat menit, sedangkan metode biasa biasanya memakan waktu minimal 30 menit hingga satu jam.
"Di luar acara ini, biayanya sangat mahal, sekitar 3 juta rupiah. Berkat dukungan Pegadaian, kami dapat memberikan metode terbaik ini kepada masyarakat," kata Dr. Arifin.
Dia berharap keberkahan Pegadaian dalam memberikan manfaat bagi masyarakat juga membawa keberkahan bagi nasabah dan seluruh insan Pegadaian. "Itulah mengapa program ini diberi nama 'Mengetuk Pintu Langit'," tambahnya.
Khitanan massal dengan menggunakan metode modern ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh Pegadaian untuk warga Balikpapan.
Baca Juga: Korban Longsor Saat Cuci Piring di Garut Masih Belum Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian
Acara ini langsung diserbu oleh masyarakat. Terdapat 128 anak yang ikut dalam khitanan massal tersebut.
"Ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan. Khitanan massal ini terbuka bagi nasabah dan masyarakat umum yang anaknya siap untuk dikhitan," kata Julianto, Pimpinan Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, setelah membuka acara.
Pada kesempatan yang sama, Susatya Pramana, Deputi Bisnis Pegadaian area Balikpapan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Pegadaian yang ke-122.
"Namun kegiatan ini juga merupakan bagian dari program CSR kami yang berkelanjutan. Kami akan terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini," kata Susatya.
Lebih dari itu, tindakan peduli terhadap masyarakat merupakan bukti bahwa perusahaan tidak hanya mencari keuntungan semata.
"Tetapi juga berusaha memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tambahnya. (antara)
Editor : Tesalonika Pontororing