JAGOSATU.COM - Tanaman cabai yang mengalami serangan yang cukup serius, membuat daun-daunnya menguning dan rontok. Bahkan bunga dan bakal buahnya turut terkena dampak. Namun, dengan bersyukur, saya berhasil mengatasinya tanpa melakukan kegiatan penyebaran atau perawatan yang rumit.
Langkah pertama dengan melakukan pengocoran tanah menggunakan ditan dengan interval dua hari sekali. Proses ini kemudian saya lanjutkan dengan pemberian kalsium sebagai tambahan nutrisi.
Setelah tahap pengocoran, tanaman cabai langsung disemprot dengan larutan kalsium untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Dalam waktu satu bulan, tanaman cabai ini telah menunjukkan perkembangan yang positif, dengan daun-daun muda yang tumbuh subur, dan buah-buah yang mulai muncul.
Untuk menjaga kesehatan tanaman cabai, saya menerapkan metode penyebaran menggunakan produk Beyond M. Proses ini saya lakukan setiap minggu selama dua hari, dan hasilnya sangat memuaskan.
Tanaman cabai semakin rimbun dan tunas baru terus bermunculan. Setelah dua minggu, saya kembali menggunakan Beyond M, yang memberikan dampak positif pada pertumbuhan tanaman.
Penting untuk diingat agar menghindari pupuk yang mengandung nitrogen (N) ketika tanaman masih terkena serangan bercak daun, untuk menghindari penyebaran yang lebih cepat.
Meskipun tanaman cabai sudah mulai pulih, saya masih enggan melakukan pemupukan karena belum sepenuhnya sembuh dari serangan bercak daun.
Keadaan cuaca yang ekstrem, dengan perubahan antara hujan dan panas, juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman. Dengan kesabaran dan perawatan yang tepat, tanaman cabai kini tumbuh subur, bahkan sebelum mencapai satu bulan. (Youtube:Petani93).
Editor : Alfianne Lumantow