JAGOSATU.COM- Musim hujan ditengara menjadi pemicu peningkatan populasi aedes aegypti. Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pun terpantau kian gencar melalukan fogging (pengasapan) ke rumah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Steaven Dandel mengatakan, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik. Hal itu berarti virus dengue terus menyebar dalam masyarakat secara epidemiologis.
"Jumlah kasus tidak akan pernah mencapai 0, jika pemberantasan sarang nyamuk di rumah-rumah tidak dilakukan secara rutin," ungkap Dandel, Senin (26/6/2023).
Dikatakan Dandel, sehingga dalam upaya mengatasi DBD, Dinas Kesehatan Manado terus melakukan surveilans atau pemantauan yang ketat terhadap potensi peningkatan kasus DBD. Di antaranya fogging dilakukan sebagai upaya untuk membatasi kasus, bukan untuk mencegahnya.
Diungkapkan Dandel, berdasarkan data bulanan, dapat disimpulkan bahwa kenaikan kasus di Kota Manado, masih sesuai dengan status endemik, dan belum mencapai tingkat kejadian luar biasa (KLB).
"Namun, tindakan pencegahan tidak dapat ditunda menunggu terjadinya KLB. Oleh karena itu, setiap kali ada notifikasi kasus dari rumah sakit, langkah fogging segera dilakukan," beber Dandel.
Dandel menjelaskan, pada Bulan Mei lalu, terdeteksi adanya potensi peningkatan kasus melebihi puncak yang terjadi pada Bulan Januari. Namun, berkat upaya terus-menerus dalam pemberantasan sarang nyamuk, kasus tersebut berhasil sedikit ditekan pada bulan Juni ini.
"Dan sesuai grafik endemisitas bulanan, menunjukkan rata-rata kasus DBD sekitar 40-an. Jika jumlah kasus mencapai angka 50-an, maka perlu waspada terhadap potensi KLB. Apabila jumlah kasus melebihi 100, maka hal tersebut menandakan adanya kecenderungan menuju KLB," jelas Dandel.
Dandel menam ahkan, selain itu, Pemerintah Kota Manado juga memiliki program pemantauan jentik secara berkala oleh kepala lingkungan.
"Dalam program itu sebanyak 20 rumah diambil sampelnya setiap bulan untuk memantau kerentanan wilayah tersebut," tambah Dandel.
Kepala Puskesmas Bengkol dr Maya Kodja mengungkapkan, pihaknya saat ini gencar melakukan fogging. "Itu upaya kami menekan angka atau kasus DBD," tutup Maya. (*)
Editor : Gregorius Mokalu