JAGOSATU.COM - Puluhan perahu nelayan berlabuh di pesisir pantai Dusun Kuta Dua, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng. Pemilik perahu memilih untuk tidak melaut karena cuaca buruk yang terjadi selama seminggu terakhir.
Prakirawan Meteorologi BMKG, Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok, Agastya Ardha Chandra Dewi, mengungkapkan bahwa secara umum, kondisi cuaca dan gelombang di perairan NTB selama lima hari ke depan mencapai tinggi 2,5 hingga 4 meter.
"Kami mengimbau nelayan yang akan melaut untuk tetap waspada karena tinggi gelombang hingga 4 meter dapat mempengaruhi keselamatan mereka," ujarnya.
Baca Juga: Mewujudkan Kepastian Hukum, Pemkab Kupang Serahkan Tanah kepada Warga Eks Timtim
Ketinggian gelombang tersebut terpantau di wilayah perairan Lombok bagian selatan, Selata Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan NTB, dan Selat Sape bagian selatan. "Kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter," jelas Agastya.
Tidak hanya nelayan, BMKG juga mengimbau agar kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar berhati-hati karena risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
"Kecepatan angin dapat mencapai 16-21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter," tambahnya.
Gelombang tinggi dan angin kencang membuat para nelayan tidak dapat berbuat banyak. Mereka terpaksa menghentikan aktivitas melaut. Jika memaksakan diri pergi, hasil tangkapan nelayan juga menurun karena mereka tidak dapat melaut ke perairan yang lebih jauh.
"Sudah seminggu ini saya dan nelayan lainnya tidak melaut karena cuaca buruk dan angin kencang," ungkap Serilah, seorang nelayan setempat, pada Selasa (11/7).
Baca Juga: Mewujudkan Kepastian Hukum, Pemkab Kupang Serahkan Tanah kepada Warga Eks Timtim
Ketika tidak melaut, nelayan menghabiskan waktunya dengan memperbaiki perahu, memperbaiki jaring ikan, dan melakukan pekerjaan lain di luar kampung. "Walaupun kami memiliki tabungan sedikit, kami menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Meskipun cuaca terlihat cerah, gelombang air laut dapat mencapai tiga meter. Kecepatan angin yang tinggi menyebabkan ketinggian gelombang semakin tinggi.
"Biasanya cuaca buruk seperti ini terjadi pada bulan Agustus, tetapi kali ini terjadi lebih awal pada bulan Juli," kata Serilah.
Serilah berharap cuaca dan angin kencang segera mereda sehingga nelayan dapat kembali melaut dan mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan keluarga. "Biasanya kami menangkap ikan tuna, cakalang, dan tongkol yang dijual kepada pengepul," tambahnya. (Lombok Post)
Editor : Alfianne Lumantow