RADARPAPUA - Teknologi robot kini bukan lagi hal yang asing, bahkan sudah masuk ke berbagai bidang kehidupan.
Peneliti dari Universitas Klabat merancang sebuah aplikasi pengontrolan robot pemantau udara berbasis Android
Robot ini menggunakan helicopter Remote Control (R/C) yang dimodifikasi dengan kamera IP.
Tujuan dari penelitian ini adalah memantau daerah berbahaya atau sulit dijangkau manusia.
Aplikasi pengontrolan dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java Android.
Sementara itu, perangkat keras robot menggunakan Arduino Uno dan Arduino Ethernet Shield.
Arduino berfungsi sebagai otak utama untuk menghubungkan remote control dengan jaringan wireless.
Kamera IP yang dipasang pada helicopter memungkinkan pengambilan gambar dari udara.
Semua data hasil pemantauan ditransmisikan lewat jaringan wireless menuju tablet-PC Android.
Menurut peneliti, metode yang digunakan dalam pengembangan adalah metode prototyping.
Metode ini memungkinkan aplikasi cepat diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna.
Tahapan pengembangan meliputi komunikasi, perencanaan cepat, desain, pembangunan prototipe, dan evaluasi.
Uji coba sistem dilakukan menggunakan metode blackbox testing untuk memastikan semua fungsi berjalan.
Hasilnya, semua fitur pengontrolan berhasil dijalankan sesuai rancangan awal penelitian.
Robot bisa digerakkan naik, turun, maju, mundur, serta ke kiri dan kanan.
Selain itu, kamera bisa digunakan untuk mengambil gambar secara langsung.
Meski begitu, penelitian menemukan ada keterlambatan satu detik saat data dikirim dari Android ke Arduino.
Hal ini menjadi tantangan karena bisa berbahaya jika diterapkan pada robot udara sungguhan.
Namun, sistem tetap dianggap berhasil karena sudah memenuhi fungsi dasar pemantauan.
Penelitian ini membuka peluang untuk pemanfaatan robot udara di bidang keamanan maupun bencana.
Dengan tambahan fitur seperti perekaman video, sistem akan semakin bermanfaat di masa depan.
Universitas Klabat berharap riset ini bisa jadi langkah awal pengembangan drone cerdas buatan lokal.
Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini bisa membantu tim SAR dalam evakuasi atau pemantauan darurat.
Kelebihan lain, aplikasi Android membuat robot mudah dikendalikan siapa saja dengan perangkat mobile.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana kolaborasi software dan hardware bisa menghadirkan solusi nyata.
Riset ini membuktikan bahwa teknologi lokal punya potensi untuk bersaing di era digital.
Dan bukan tidak mungkin, di masa depan robot pemantau udara jadi bagian penting dari sistem keamanan Indonesia.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan