Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Terus Meningkat, Utang Masyarakat ke Pinjaman Online Tembus Rp 51,46 Triliun per Mei 2023

Via Ponamon • 2023-07-12 08:48:17
ILUSTRASI Masyarakat makin keranjingan utang ke pinjol karena kemudahannya. Fungsi intermediasi fintech p2p lending meningkat pesat tahun ini.
ILUSTRASI Masyarakat makin keranjingan utang ke pinjol karena kemudahannya. Fungsi intermediasi fintech p2p lending meningkat pesat tahun ini.

JAGOSATU.COM - Tren pinjaman online semakin meningkat dengan memberikan kemudahan dan solusi bagi masyarakat dalam bertransaksi bisnis secara digital.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan yang signifikan pada pembiayaan peer-to-peer (P2P) lending melalui fintech.

Pada bulan Mei 2023, pembiayaan melalui fintech P2P lending mencapai Rp 51,46 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 28,11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari total jumlah tersebut, sekitar 38,39 persen diarahkan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan penyaluran sebesar Rp 15,63 triliun untuk pelaku usaha perseorangan dan Rp 4,13 triliun untuk badan usaha.

"Data pembiayaan yang ada mencakup nilai pokok pinjaman yang masih beredar melalui pinjaman online, yang jumlahnya bisa naik atau turun," kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Aman Santosa, pada Selasa (11/7).

Untuk angka pinjaman bermasalah, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) pada pinjaman online di bulan Mei 2023 mencapai 3,36 persen, mengalami peningkatan sedikit dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,82 persen. Meskipun demikian, angka tersebut tetap berada di bawah batas angka waspada sebesar 5 persen.

"Peningkatan positif dalam pembiayaan pinjaman online menunjukkan fungsi intermediasi yang berjalan dan tingginya kebutuhan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, terhadap akses keuangan yang lebih mudah dan cepat dibandingkan melalui perbankan atau perusahaan pembiayaan," jelas Aman.

OJK terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai instrumen komunikasi agar mereka dapat memanfaatkan pinjaman online secara bijak, terutama untuk kebutuhan produktif dan bukan untuk konsumsi semata.

Sementara itu, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 48 triliun kepada lebih dari 5,1 juta transaksi UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan konsisten, dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 40 persen.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan profitabilitas bisnis secara berkelanjutan.

Potensi bisnis fintech di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pendanaan sektor UMKM," ungkap Country Head Modalku, Arthur Adisusanto.

Grup Modalku juga menjaga kualitas pembiayaan dengan melakukan penagihan secara optimal untuk menghindari risiko pembayaran gagal.

Untuk transaksi pendanaan yang sudah mengalami pembayaran gagal, mereka terus berkomunikasi dengan penerima dana untuk menawarkan proses restrukturisasi.

Selain itu, proses klaim asuransi juga dilakukan untuk beberapa transaksi pendanaan lainnya.(jpg)

Editor : Via Ponamon
#OJK #Fintech #Pinjaman Online #P2P Lending