Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

AS & UE Teken Kesepakatan Geger: Tarif Diuji Jadi 15 %, Krisis Dagang Berhasil Diredam!

ALengkong • 2025-07-28 09:14:55

American flag, flag of European Union and business contract on background of two political leaders handshaking
American flag, flag of European Union and business contract on background of two political leaders handshaking

Jagosatu.com – Pada 27 Juli 2025, AS dan Uni Eropa menyepakati kesepakatan dagang kerangka kerja yang menetapkan tarif impor 15 persen terhadap sebagian besar barang UE ke AS.

Kesepakatan ini dicapai sesaat sebelum tenggat tarif AS naik hingga 30 persen atau bahkan 50 persen berlaku mulai 1 Agustus.

Hampir seluruh barang impor seperti mobil, chip semikonduktor, dan farmasi akan terkena tarif dasar 15 persen.

Namun, produk strategis seperti suku cadang pesawat, bahan kimia tertentu, alat semikonduktor, dan bahan baku kritis dikenakan tarif nol persen.

Tarif atas produk baja dan aluminium UE tetap di angka 50 persen, meski disinyalir akan diganti kuota di masa mendatang.

Baca Juga: Pasar Skin Counter-Strike 2 Anjlok $615 Juta Gegara Update Valve? Investor Panik, Komunitas Geger!

Komitmen UE meliputi pembelian sebesar 750 miliar dolar energi AS selama 3 tahun dan investasi 600 miliar dolar ke AS.

UE juga setuju membeli peralatan militer AS dalam jumlah besar sebagai bagian dari kesepakatan.

Presiden Trump menyebut ini sebagai "kesepakatan terbesar yang pernah dibuat".

Sementara Ursula von der Leyen mengatakan 15 persen adalah "yang terbaik yang kami bisa dapatkan" dalam negosiasi menghadapi ancaman tarif lebih tinggi.

Para analis menilai kesepakatan ini menghadirkan kejelasan dan presisi bagi pasar, meski membebani konsumen dan eksportir Eropa.

Harga saham AS naik setelah pengumuman ini, dengan S&P 500 futures naik sekitar 0,3 persen, Nasdaq futures 0,4 persen, dan euro menguat 0,2 persen.

Kebijakan ini mirip dengan kesepakatan Jepang–AS yang diberlakukan hanya beberapa hari sebelumnya.

Meski banyak negara Eropa semula berharap perjanjian "zero-for-zero" atau tarif nol timbal balik, mereka akhirnya memilih kompromi demi menghindari ketegangan ekonomi lebih lanjut.

Industri mobil Jerman seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz khawatir dampaknya akan signifikan meskipun tarif turun dari 27,5 persen ke 15 persen.

Para pemimpin seperti Jerman dan Italia menyebut kesepakatan ini membawa stabilitas, namun tetap disambut secara hati-hati.

Meskipun dianggap kesepakatan jangka pendek, kesepakatan ini memberi arah bagi negosiasi lanjut dengan China, Kanada, dan Meksiko menjelang tenggat 12 Agustus.

Pasar memandang ini sebagai langkah penting meredam potensi perang dagang global antara dua kekuatan ekonomi paling besar dunia.

Analis juga menyebutkan bahwa kesepakatan ini belum menyelesaikan masalah dasar seperti ketimpangan akses pasar dan subsidi domestik.

Beberapa organisasi dagang di Eropa menyayangkan proses negosiasi yang dinilai terburu-buru dan minim transparansi.

Masyarakat bisnis berharap pembicaraan lanjutan nanti bisa lebih adil dan terbuka bagi semua pihak.

(J)

Editor : ALengkong
#PerdaganganInternasional #USDagang #TariffDeal #EUTarif #EkonomiGlobal