Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tarif Baru AS Capai 100%, Pasar Global Mulai Panas, Tiongkok dan Jepang Paling Parah?

ALengkong • 2025-08-11 07:15:00

Pasar global memanas karena tarif AS
Pasar global memanas karena tarif AS

Jagosatu.com - Amerika Serikat resmi memberlakukan tarif baru yang memukul berbagai negara, termasuk Tiongkok, Jepang, dan India.

Tarif ini berlaku mulai awal Agustus 2025 dengan besaran hingga 100% untuk beberapa komoditas penting.

Menurut AP News, barang-barang yang terkena tarif tinggi termasuk chip komputer dan obat-obatan dari lebih dari 60 negara.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump mengklaim kebijakan ini untuk melindungi industri dalam negeri.

Namun, banyak pihak khawatir kebijakan ini justru akan memicu perang dagang global yang lebih luas.

Baca Juga: Dominasi Shopee Gak Terkalahkan! TikTok Shop Kejar Tapi Masih Ketinggalan Jauh!

Dilansir dari Reuters, India menjadi salah satu negara yang mendapat tarif tambahan hingga 50%.

Alasan tarif tinggi untuk India adalah karena negara tersebut membeli minyak dari Rusia.

Pembelian minyak Rusia oleh India dinilai bertentangan dengan kebijakan ekonomi dan politik AS.

Para analis mengatakan langkah ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang terkena dampak.

Di India, kebijakan ini diperkirakan dapat mengurangi pertumbuhan GDP hingga 0,8 poin persentase.

Selain itu, ekspor India senilai 87 miliar dolar AS disebut menjadi tidak menguntungkan.

Tiongkok dan Jepang juga ikut terimbas dengan pembatasan impor yang lebih ketat.

Investor global mulai menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran terhadap dampak kebijakan ini.

Beberapa pasar saham Asia mengalami penurunan segera setelah pengumuman tarif baru.

Di sisi lain, pemerintah AS mengatakan kebijakan ini bagian dari strategi “America First”.

Kebijakan “America First” sendiri adalah program ekonomi yang menekankan perlindungan industri lokal.

Ekonom memperingatkan bahwa strategi ini berisiko mengurangi perdagangan internasional secara signifikan.

Pasar global kini berada dalam fase ketidakpastian yang cukup tinggi akibat kebijakan ini.

Pelaku bisnis internasional mulai mencari cara untuk meminimalkan dampak tarif yang diberlakukan.

Situasi ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan dalam beberapa bulan ke depan. (J)

Editor : ALengkong
#PerangDagang #PerdaganganInternasional #TarifAS #DonaldTrump #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal