Jagosatu.com - Tren video-commerce di Indonesia makin meledak dan diprediksi akan menjadi pendorong utama ekonomi digital dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut The Jakarta Post, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$99 miliar pada tahun-tahun mendatang berkat lonjakan video-commerce.
Video-commerce adalah metode belanja online yang menggabungkan video pendek atau live streaming dengan fitur pembelian langsung.
Model ini membuat transaksi jadi lebih cepat karena pengguna bisa melihat produk secara langsung tanpa harus membaca deskripsi panjang.
Menurut laporan tersebut, pertumbuhan pengguna internet dan platform video pendek menjadi penggerak utama tren ini.
Banyak brand besar sekarang fokus membuat konten video kreatif karena dianggap lebih efektif menarik pembeli muda.
Baca Juga: Perusahaan Australia Berebut Masuk ke Indonesia: “Pasar Emas Baru di Asia Tenggara?”
Pelaku UMKM juga semakin aktif menggunakan video-commerce karena mudah dan biaya promosi lebih murah.
Menurut riset internal beberapa platform e-commerce, konversi dari video jauh lebih tinggi dibandingkan foto biasa.
Hal ini terjadi karena pengguna merasa lebih percaya saat melihat produk ditampilkan langsung dalam video.
Banyak kreator lokal yang sekarang bekerja sama dengan brand untuk membuat video review atau demo produk.
Model kerja sama seperti ini disebut “creator-based commerce” dan menjadi tren baru di kalangan anak muda.
Menurut The Jakarta Post, Indonesia adalah pasar video-commerce terbesar di Asia Tenggara.
Pengguna di Indonesia dianggap lebih suka format visual dan hiburan sehingga video-commerce tumbuh lebih cepat.
Banyak platform kini menyediakan fitur yang membuat proses checkout lebih cepat saat menonton video.
Hal ini membuat pembelian impulsif menjadi lebih sering terjadi, terutama pada produk fashion dan kecantikan.
Pakar ekonomi digital menyebut tren video-commerce bisa mendorong persaingan sehat antarbrand.
Brand harus lebih kreatif dan inovatif agar produk mereka bisa tampil menarik di video pendek.
Pemerintah Indonesia juga menyambut baik pertumbuhan ini karena mendorong UMKM masuk pasar digital.
Dengan pertumbuhan yang terus naik, video-commerce diprediksi akan menjadi tulang punggung baru ekonomi digital Indonesia.
Ekosistem kreator, pelaku usaha, dan platform digital akan semakin kuat jika tren ini terus didorong. (J)
Editor : ALengkong