Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ekonomi Dunia Goyah! Risiko Besar Mengintai di Balik Pasar Saham yang Kelihatannya Tenang

ALengkong • 2025-11-19 07:47:01

Photo
Photo

Jagosatu.com - Ekonomi dunia memasuki November 2025 dengan banyak tantangan berat yang tersembunyi di balik pasar saham yang tampak stabil dari luar.

Dunia menghadapi angin politik global yang saling bertabrakan dan membuat pemulihan ekonomi jadi tidak mulus.

Kebijakan perdagangan antarnegara semakin ketat karena banyak negara memperkuat kontrol ekspor dan impor.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi risiko besar terutama dalam perang teknologi.

Amerika Serikat memperluas aturan kontrol ekspor terhadap perusahaan teknologi China.

China membalas dengan memperketat izin ekspor mineral penting dan teknologi strategis.

Kedua negara sebenarnya saling membutuhkan dalam pasokan bahan mentah dan teknologi tertentu.

Baca Juga: Perdagangan Karbon Indonesia Tembus Rp 7 Triliun! Siapa yang Untung?

Walaupun ada gencatan senjata sementara, banyak analis meragukan apakah kesepakatan itu bisa bertahan lama.

Di Eropa, ekonomi semakin melemah karena permintaan global turun dan biaya energi tetap tinggi.

Jerman mengalami penurunan produksi industri yang cukup parah.

Prancis menghadapi masalah politik domestik dan tekanan anggaran yang membuat pertumbuhan melambat.

Rusia terus menekan Eropa melalui konflik tidak langsung seperti serangan siber.

Eropa juga berpotensi mengalami konflik perdagangan baru jika aturan pelaporan jejak rantai pasok disahkan.

Di Jepang, kebijakan ekonomi yang longgar membuat mata uang yen melemah.

Nilai yen makin turun karena bergantung pada ekspor serta terganggunya pasokan mineral global.

Pasar saham Jepang memang melonjak tetapi ada kekhawatiran bahwa kenaikan itu tidak stabil.

Di Amerika Serikat, rencana pemotongan suku bunga oleh The Fed masih diperdebatkan.

Data pekerjaan di AS dinilai belum cukup lemah untuk memastikan pemotongan suku bunga.

Kebijakan perdagangan global mulai bergeser dari tarif ke kontrol ekspor yang dianggap lebih strategis.

Perubahan kebijakan ini mempengaruhi rantai pasok dunia dan model globalisasi yang sudah lama berjalan.

Indeks mata uang dunia menunjukkan banyak mata uang utama sedang melemah.

Mata uang yang melemah menekan negara berkembang karena biaya impor jadi lebih mahal.

Risiko ekonomi global makin besar karena ancaman konflik geopolitik dan serangan siber.

Walau belum masuk kategori krisis besar, ekonomi dunia saat ini berada di posisi yang sangat rapuh. (J)

Editor : ALengkong
#PasarSaham #Geopolitik #AnalisisEkonomi #Perdagangan #EkonomiGlobal