Jagosatu.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa kampus di Indonesia harus memperkuat sains, riset, dan inovasi terutama di era kecerdasan buatan yang berkembang sangat cepat.
Pernyataan ini disampaikan karena dunia sedang memasuki fase teknologi baru yang membuat banyak pekerjaan berubah dengan cepat.
Menurut BeritaSatu, Mendiktisaintek meminta kampus tidak lagi terpaku pada metode lama yang kurang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Ia menekankan bahwa AI bukan sekadar teknologi tambahan, tetapi sudah menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan dan industri.
Brian menjelaskan bahwa kampus yang tidak mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal dari negara lain.
Mendiktisaintek ingin agar perguruan tinggi menjadi pusat riset yang bisa menghasilkan inovasi nyata.
Menurut laporan BeritaSatu, kampus diharapkan lebih aktif dalam penelitian berbasis AI untuk membantu masalah nasional.
Brian menyebut bahwa era AI membuka peluang besar dalam kedokteran, pertanian, industri, dan energi.
Baca Juga: Investasi Australia ke Indonesia Meledak 30%! Ekonomi RI Diprediksi Makin Ngebut 2026?
Karena itu, kampus harus memperkuat laboratorium digital dan fasilitas riset agar mahasiswa lebih siap menghadapi masa depan.
Ia juga meminta agar kurikulum kampus segera diperbarui agar tidak ketinggalan zaman.
Menurut Mendiktisaintek, mahasiswa harus belajar AI sejak semester awal, bahkan untuk jurusan non-teknik.
Brian menilai bahwa negara-negara yang menguasai AI akan memimpin ekonomi dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk itu, Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan memperkuat kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri.
Mendiktisaintek juga menyoroti pentingnya budaya riset dan publikasi ilmiah yang masih perlu ditingkatkan.
Menurut laporan tersebut, kampus perlu memberi ruang lebih bagi inovator muda untuk berkarya tanpa terbebani birokrasi.
Brian mengatakan bahwa teknologi harus dipakai untuk menyelesaikan masalah nasional, bukan hanya menjadi tren.
Ia mencontohkan penggunaan AI untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat seperti diagnosis dini penyakit.
Kampus juga diminta terlibat dalam pengembangan teknologi agrikultur untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Selain itu, riset energi terbarukan menjadi salah satu fokus penting dalam era sains modern.
Mendiktisaintek menegaskan bahwa pemerintah akan mendorong ekosistem riset agar lebih profesional dan produktif.
Ia berharap kampus tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menciptakan inovasi yang bisa digunakan masyarakat.
Dengan penguatan sains dan riset, Indonesia diharapkan mampu bersaing di tingkat global.
Brian menutup dengan pesan bahwa masa depan bangsa bergantung pada kemampuan kampus dalam menguasai teknologi. (J)
Editor : ALengkong