Jagosatu.com - Prediksi kenaikan nilai tukar dolar ke Rp17.000 per USD membuat banyak pelaku ekonomi di Indonesia semakin waspada.
Kenaikan dolar ini dianggap bisa mempengaruhi harga berbagai barang impor di dalam negeri.
Menurut analisis Digivestasi, dolar berpotensi tembus Rp17.000 karena kondisi global yang belum stabil.
Faktor seperti ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia ikut menjadi penyebabnya.
Para ekonom menyebut bahwa kenaikan dolar akan membuat biaya impor bahan baku menjadi lebih mahal.
Jika biaya impor naik, maka harga barang di dalam negeri juga ikut terdorong naik.
Kondisi ini bisa memicu inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.
Menurut beberapa pengamat, masyarakat harus mulai bersiap menghadapi lonjakan harga barang kebutuhan pokok.
Baca Juga: Laporan Baru Ungkap: AI Bisa Bikin Australia Tambah Kaya A$44 Miliar!
Pemerintah juga disebut perlu menyiapkan kebijakan antisipasi yang cepat dan tepat.
Kenaikan dolar yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat.
Pelaku usaha kecil dan menengah juga ikut terkena imbasnya karena biaya produksi otomatis meningkat.
Di beberapa sektor industri, kenaikan biaya bahan baku bisa menyebabkan berkurangnya jumlah produksi.
Menurut laporan Digivestasi, pasar sedang menunggu bagaimana respons Bank Indonesia terhadap potensi lonjakan tersebut.
Biasanya, Bank Indonesia menjaga kestabilan nilai tukar dengan intervensi pasar dan kebijakan moneter.
Namun, kondisi pasar global yang sangat dinamis membuat langkah antisipasi harus lebih hati-hati.
Jika BI menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan rupiah, maka kredit bisa menjadi lebih mahal.
Kredit yang mahal dapat menghambat pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
Ekonom juga mengatakan bahwa masyarakat harus lebih cermat mengatur pengeluaran untuk menghindari tekanan inflasi.
Pelaku pasar berharap ada kebijakan baru yang bisa menahan volatilitas nilai tukar.
Kenaikan dolar ini menjadi pengingat bahwa kondisi ekonomi global bisa memberi dampak besar pada Indonesia.
Semua pihak kini diminta tetap tenang namun waspada menghadapi situasi yang tidak pasti ini. (J)
Editor : ALengkong