Jagosatu.com - IHSG kembali menunjukkan pergerakan positif setelah dibuka menguat pada perdagangan pagi hari.
Menurut laporan Suara Surabaya, IHSG naik 0,14% ke level 8.533,89.
Kenaikan ini terjadi karena pelaku pasar semakin optimis The Fed akan memangkas suku bunga.
Pemangkasan suku bunga The Fed biasanya membuat aliran modal asing masuk ke pasar negara berkembang.
Indonesia menjadi salah satu negara yang diuntungkan dalam kondisi seperti ini.
Analis pasar mengatakan bahwa sinyal The Fed mulai melunak menjadi kabar baik bagi investor global.
Saat suku bunga Amerika turun, investor lebih berani menaruh uang di pasar saham negara lain.
Pergerakan ini membuat IHSG langsung merespons dengan kenaikan sejak pagi.
Kenaikan IHSG juga didorong oleh saham-saham big caps yang mengalami peningkatan permintaan.
Sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama penguatan IHSG hari ini.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari penguatan pasar global.
Optimisme pemangkasan suku bunga menciptakan euforia kecil di kalangan investor.
Analis juga menyebut bahwa pelaku pasar lokal ikut memanfaatkan momentum ini.
Jika kondisi global stabil, IHSG berpeluang terus berada di zona hijau.
Beberapa pengamat mengatakan bahwa investor harus tetap berhati-hati karena pasar masih sensitif terhadap berita luar negeri.
Namun, untuk hari ini, pergerakan positif IHSG menjadi angin segar di tengah ketidakpastian global.
Para investor ritel juga terlihat lebih percaya diri memasuki perdagangan pekan ini.
Saham-saham sektor teknologi dan komoditas ikut menyumbang penguatan IHSG.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik tinggi.
IHSG diharapkan bisa terus menguat jika sinyal positif dari The Fed semakin jelas.
Para pelaku pasar kini menunggu data ekonomi Amerika yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Jika data tersebut mendukung penurunan suku bunga, pasar Indonesia bisa makin optimis.
Hari ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia tetap solid di tengah kondisi global yang berubah cepat. (J)
Editor : ALengkong