Jagosatu.com - UMKM digital disebut akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Menurut laporan RM.id, jumlah UMKM yang beralih ke platform digital terus bertambah.
Banyak pelaku usaha kecil mulai menjual produk lewat marketplace dan media sosial.
Perubahan ini membuat bisnis mereka bisa menjangkau pelanggan lebih luas.
Bahkan beberapa UMKM kecil kini bisa menjual produk sampai ke luar provinsi.
Digitalisasi membuat proses usaha jadi lebih cepat dan efisien.
Sistem pembayaran digital juga semakin memudahkan transaksi.
Termasuk bagi pelanggan yang lebih suka pembayaran cashless.
Menurut RM.id, pertumbuhan transaksi UMKM digital mencapai angka tinggi tahun ini.
Angka ini diprediksi terus naik tahun depan.
Banyak UMKM baru muncul dengan model bisnis online-first.
Baca Juga: IHSG Tiba-Tiba Menguat! Ternyata Ini Penyebab Utama yang Bikin Pasar Sumringah!
Pemerintah ikut mendukung perkembangan ini melalui program pelatihan digital.
Program ini memberikan panduan dasar membuat toko online.
Termasuk cara mengelola pemasaran media sosial agar lebih efektif.
Banyak pelaku UMKM merasa terbantu dengan pelatihan ini.
Karena mereka bisa memahami cara berjualan secara modern.
Anak muda juga banyak yang mulai membuka usaha digital kecil-kecilan.
Contohnya usaha makanan rumahan, pakaian, atau jasa desain.
Analis menilai tren UMKM digital bisa menopang ekonomi secara signifikan.
Karena UMKM menyumbang kontribusi besar terhadap PDB nasional.
Dan ketika UMKM berkembang, lapangan pekerjaan baru ikut tercipta.
Semakin banyak UMKM digital, semakin kuat ekonomi Indonesia di 2026.
Karena itu, digitalisasi UMKM dianggap sebagai kunci pertumbuhan jangka panjang. (J)
Editor : ALengkong