Jagosatu.com - Buat kamu yang hobi checkout keranjang belanja di aplikasi e-commerce, ada kabar gembira yang bikin semangat.
Pemerintah Indonesia baru saja memasang target yang sangat tinggi untuk pesta belanja online tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimis transaksi Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2025 bisa tembus angka fantastis.
Target yang dipasang pemerintah tidak main-main, yaitu mencapai nilai transaksi sebesar Rp35 triliun hanya dalam beberapa hari pesta diskon.
Angka ini naik cukup jauh dibandingkan capaian Harbolnas tahun lalu yang "cuma" sekitar Rp29 triliun.
Menurut Airlangga Hartarto dalam konferensi persnya pagi ini, kenaikan target ini sangat masuk akal karena ekonomi digital kita sedang ngebut.
Ekonomi digital adalah segala kegiatan jual beli yang menggunakan internet atau teknologi canggih sebagai perantaranya.
Baca Juga: Emas Laris Manis! Minat Emas Murni Naik Tajam November 2025 — Apa yang Bikin Orang Buru-Buru Beli?
Pemerintah sangat berharap produk lokal buatan anak bangsa bisa menjadi primadona atau barang paling laku di Harbolnas nanti.
Fokus utamanya adalah membantu para pelaku UMKM agar dagangannya makin laris manis dibeli orang se-Indonesia.
UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah itu contohnya seperti tetanggamu yang jualan keripik pedas atau jualan baju sablon sendiri.
Dilansir dari siaran pers Kemenko Perekonomian, pemerintah sudah menyiapkan subsidi ongkos kirim (ongkir) biar belanja kita makin hemat.
Gratis ongkir ini biasanya jadi senjata paling ampuh buat menarik minat pembeli dari Sabang sampai Merauke.
Selain itu, metode pembayaran yang makin gampang seperti QRIS dan Paylater juga bikin orang makin rajin belanja.
Tapi ingat, fitur Paylater itu sama dengan berhutang, jadi harus dipakai dengan sangat hati-hati ya.
Pemerintah juga menggandeng platform besar seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop untuk mempromosikan barang lokal di halaman depan aplikasi.
Dampak dari Harbolnas ini bagus banget buat abang kurir paket yang bakal kebanjiran orderan pengiriman.
Roda ekonomi jadi berputar kencang karena uang berpindah dari pembeli ke penjual dan jasa pengiriman dengan cepat.
Walaupun banyak diskon menggiurkan, kita sebagai pembeli cerdas harus tetap menahan diri biar tidak impulsive buying.
Impulsive buying adalah kebiasaan membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya karena melihat harganya lagi murah.
Jadi siapkan daftar belanjaan kamu dari sekarang dan pastikan beli barang yang benar-benar penting saja.
(J)
Editor : ALengkong