Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Airlangga Hartarto: Ekonomi Digital ASEAN Diproyeksikan Tembus Dua Triliun Dolar pada 2030

Via Ponamon • 2023-08-24 13:49:09
Menko Airlangga Hartarto bersama narasumber dalam acara "Symposium on Digital Economy and Sustainability" di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Menko Airlangga Hartarto bersama narasumber dalam acara "Symposium on Digital Economy and Sustainability" di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

JAGOSATU.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengungkapkan bahwa melalui kesepakatan kerangka kerja Digital Economic Framework Agreement (DEFA), nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN memiliki potensi untuk menggandakan diri, mencapai angka dua triliun dolar AS pada tahun 2030.

Menurut Menko Airlangga, "Dengan adanya Digital Economic Framework Agreement ini diharapkan angkanya menjadi double, menjadi dua triliun dolar AS di tahun 2030."

Sebelumnya, tanpa adanya DEFA, proyeksi pertumbuhan ekonomi digital ASEAN hanya sekitar 330 miliar dolar AS pada tahun 2025 dan mencapai satu triliun dolar AS pada tahun 2030.

DEFA sendiri adalah sebuah kerangka kerja kerjasama yang menghadirkan roadmap komprehensif yang bertujuan untuk memberdayakan dunia usaha dan pemangku kepentingan di kawasan ASEAN.

Kerangka kerja ini memacu pertumbuhan perdagangan, meningkatkan interoperabilitas, menciptakan lingkungan digital yang aman, serta meningkatkan partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menko Airlangga juga mencatat bahwa saat ini Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari total nilai ekonomi digital ASEAN.

Dengan DEFA, ekonomi digital Indonesia diharapkan akan tumbuh hingga mencapai 400 miliar dolar AS pada tahun 2030.

Dalam hal nilai bruto barang dagang atau gross merchandise value (GMV) pada tahun 2022, ASEAN mencapai GMV sebesar 194 miliar dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 90 persen sejak tahun 2019.

Di Indonesia, GMV mencapai 70 miliar dolar AS, dan diperkirakan akan tumbuh hingga 150 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa Indonesia, dalam peran kepemimpinan di ASEAN, fokus pada tiga isu utama, yaitu pemulihan ekonomi, ekonomi digital, dan keberlanjutan.

Sementara itu, Presiden Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Tetsuya Watanabe, menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi digital di kawasan.

Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga swasta, untuk menciptakan transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan di ASEAN dan Asia Timur.

Watanabe mengatakan, "Kita perlu memastikan sektor-sektor terkait, seperti transportasi dan keuangan, berkolaborasi bersama-sama untuk membantu pembuat kebijakan dan sektor swasta dalam mewujudkan transformasi digital, manajemen proyek, serta keterlibatan publik dan swasta."(antara)

Editor : Via Ponamon
#Ekonomi Digital #ASEAN