Jagosatu.com – Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok akhirnya menunjukkan titik terang setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan.
Kedua negara dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal atau framework agreement yang akan menjadi dasar perjanjian perdagangan baru.
Kesepakatan ini disebut-sebut sebagai yang paling ambisius sejak era perang dagang dimulai pada 2018.
Menurut laporan Fortune, pembicaraan penting dilakukan di Malaysia dan menghasilkan kemajuan signifikan.
Pertemuan tersebut melibatkan tim ekonomi dari kedua negara dan difasilitasi oleh beberapa negara Asia Tenggara.
Baca Juga: Ekonomi Jerman Bangkit! Aktivitas Bisnis Tertinggi dalam 2 Tahun, Sinyal Eropa Pulih Lebih Cepat?
Tujuan utama pertemuan ini adalah membahas tarif impor, hak kekayaan intelektual, dan stabilitas rantai pasokan global.
Menurut analis dari Investors.com, pertemuan ini disebut sebagai “very successful framework” karena berhasil menyatukan pandangan kedua pihak.
Kesepakatan yang diusulkan mencakup penghapusan sebagian tarif yang diberlakukan sejak 2019.
Selain itu, juga dibahas perlindungan investasi teknologi dan transparansi data lintas negara.
Donald Trump, yang kembali menjabat Presiden AS, dikabarkan akan bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping di KTT APEC bulan depan.
Menurut Fortune, pertemuan tersebut akan menjadi momen penting dalam menentukan arah ekonomi dunia.
Kesepakatan ini bisa menandai akhir dari perang tarif yang selama ini memengaruhi pasar global.
Dampak positifnya mulai terasa di pasar saham Asia yang menunjukkan penguatan setelah kabar kesepakatan ini beredar.
Para pelaku industri di Amerika dan Tiongkok berharap perjanjian ini dapat membuka kembali arus perdagangan yang sempat macet.
Selain itu, investor global juga menilai kesepakatan ini dapat mengurangi ketidakpastian ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk negara-negara ASEAN seperti Indonesia, efeknya bisa berupa peningkatan ekspor dan investasi.
Menurut pakar ekonomi Universitas Indonesia, kesepakatan ini dapat memperbaiki rantai pasok elektronik dan otomotif di kawasan Asia.
Perdagangan internasional yang lebih stabil akan membantu pertumbuhan ekonomi yang sempat terhambat karena konflik dagang.
Dengan adanya kesepakatan baru ini, banyak pihak berharap ekonomi dunia kembali pulih secara bertahap.
Jika kesepakatan benar-benar diteken di KTT APEC 2025, maka ini bisa menjadi babak baru hubungan ekonomi global.
(J)
Editor : ALengkong