Jagosatu.com – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai motor kerja sama ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam pertemuan ekonomi di Jakarta, Indonesia menyerukan agar negara-negara kawasan bersatu memperkuat pertumbuhan global.
Seruan ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam forum Indo-Pacific Economic Cooperation.
Menurut Antara News, Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi di bidang investasi, perdagangan, dan konektivitas.
Kawasan Indo-Pasifik saat ini menjadi pusat perhatian karena menyumbang lebih dari 60% ekonomi dunia.
Dengan potensi besar tersebut, Indonesia menilai kerja sama yang inklusif sangat dibutuhkan.
Pemerintah juga mendorong penguatan rantai pasok (supply chain) antarnegara agar tidak terlalu bergantung pada satu pasar besar.
Baca Juga: Indeks Kepercayaan Naik! Masyarakat Mulai Gencar Belanja di Era Pemerintahan Prabowo
Hal ini penting mengingat ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok masih berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.
Indonesia ingin agar kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan baru yang adil dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Indonesia juga menawarkan konsep ekonomi biru dan hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Ekonomi biru adalah pendekatan yang memanfaatkan sumber daya laut secara bertanggung jawab.
Sedangkan ekonomi hijau menekankan pada efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Beberapa negara seperti Jepang, Australia, dan India menyambut positif inisiatif ini.
Mereka sepakat bahwa kerja sama ekonomi Indo-Pasifik harus memperhatikan aspek lingkungan dan keadilan sosial.
Indonesia juga mengusulkan pembentukan platform digital lintas negara untuk mempermudah transaksi dagang dan investasi.
Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investor asing ke kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, Indonesia menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur maritim dan energi bersih.
Infrastruktur tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan konektivitas dan efisiensi ekonomi.
Para analis menilai langkah Indonesia ini memperkuat posisinya sebagai pemimpin regional yang visioner.
Dengan strategi yang matang, Indonesia berpotensi menjadi jembatan ekonomi antara Timur dan Barat di masa depan.
(J)
Editor : ALengkong