Jagosatu.com – Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 2% pada pertemuan akhir Oktober 2025.
Keputusan ini diambil di tengah tekanan inflasi yang mulai menunjukkan kenaikan lagi setelah beberapa bulan melandai.
Menurut data resmi, tingkat inflasi kawasan euro mencapai 2,2% pada Oktober 2025, naik dari 2,0% di bulan sebelumnya.
Presiden ECB, Christine Lagarde, mengatakan bahwa pihaknya akan bersikap “waspada dan sabar” sebelum mengambil langkah baru.
Dilansir dari The Guardian, keputusan ECB ini diambil setelah diskusi panjang mengenai stabilitas ekonomi dan harga energi di Eropa.
Baca Juga: Krisis Pabrik China Kian Parah, Produksi Turun 7 Bulan Berturut-turut — Ekonomi Dunia Mulai Waspada
Sebagian analis memprediksi ECB akan mulai menurunkan suku bunga pada kuartal pertama tahun 2026.
Namun, dengan inflasi yang kembali naik, banyak pihak menganggap langkah itu akan ditunda.
Investor di Eropa pun mulai berhati-hati dalam bertransaksi di pasar saham setelah pengumuman ini keluar.
Beberapa saham perbankan dan sektor konstruksi mengalami pelemahan kecil karena kekhawatiran atas biaya pinjaman yang tetap tinggi.
Christine Lagarde menambahkan bahwa Eropa masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian geopolitik dan harga energi global.
Menurut Reuters, perang dagang dan gangguan rantai pasok masih menjadi ancaman besar bagi ekonomi Eropa.
Kenaikan harga minyak dunia juga menjadi salah satu alasan ECB memilih menahan diri dari pemotongan suku bunga.
Lagarde menyebutkan bahwa kebijakan moneter tidak bisa hanya berfokus pada pertumbuhan, tapi juga pada kestabilan jangka panjang.
Sementara itu, masyarakat di kawasan Euro mulai merasakan efek dari inflasi yang kembali meningkat pada biaya pangan dan transportasi.
Data Eurostat mencatat kenaikan harga bahan makanan sebesar 1,8% dibanding bulan lalu.
Ekonom memperingatkan bahwa jika inflasi terus naik, daya beli masyarakat bisa kembali tertekan menjelang musim dingin.
Meski begitu, beberapa negara seperti Jerman dan Prancis tetap optimis bahwa ekonomi mereka akan tumbuh positif pada akhir tahun.
Pasar keuangan global menyambut keputusan ini dengan tenang, menunjukkan kepercayaan terhadap arah kebijakan ECB.
Para pelaku usaha berharap stabilitas ini bisa mendorong kepercayaan konsumen untuk kembali berbelanja.
Dengan keputusan ini, Eropa menegaskan bahwa kehati-hatian tetap menjadi kunci di tengah situasi global yang belum menentu.
(J)
Editor : ALengkong