Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Permintaan Pinjaman di AS Tiba-Tiba Meledak, Tapi Bank Masih Pelit Kasih Kredit!

ALengkong • 2025-11-04 08:01:25

Photo
Photo

Jagosatu.com - Dunia keuangan Amerika Serikat sedang menunjukkan tanda-tanda menarik di akhir 2025.

Menurut laporan Federal Reserve, permintaan pinjaman dari perusahaan menengah dan besar melonjak tajam pada kuartal ketiga tahun ini.

Lonjakan ini disebut sebagai yang tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Namun, di sisi lain, bank-bank di AS masih sangat hati-hati dalam memberikan pinjaman baru.

Kondisi ini menciptakan situasi yang agak unik dalam dunia ekonomi Amerika.

Biasanya, jika permintaan kredit naik, bank akan lebih terbuka dalam menyalurkan dana.

Tapi kali ini, bank justru memperketat aturan kredit.

Baca Juga: November Jadi Bulan Emas Pasar Saham? Prediksi Bank of America Bikin Investor Semangat Lagi!

Menurut analis keuangan dari Reuters, hal ini terjadi karena kekhawatiran inflasi yang masih tinggi.

Inflasi di AS memang belum kembali ke target 2% yang diinginkan oleh The Fed.

Selain itu, tingkat suku bunga yang tinggi juga membuat bank lebih waspada.

Banyak bank masih menilai bahwa risiko gagal bayar meningkat di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, perusahaan besar justru melihat peluang untuk berekspansi di 2026.

Mereka mencoba mengamankan dana sekarang sebelum suku bunga naik lagi.

Langkah ini menjadi strategi umum di tengah situasi ekonomi yang belum pasti.

Beberapa ekonom juga menyebut ini sebagai tanda bahwa dunia bisnis mulai pulih pasca pandemi.

Namun, jika bank terus memperketat kredit, pemulihan ini bisa terhambat.

The Fed disebut sedang meninjau dampak dari kebijakan suku bunga tinggi terhadap pinjaman korporat.

Jika situasi ini berlanjut, dunia usaha mungkin harus mencari sumber pendanaan lain.

Investor juga diminta lebih berhati-hati dalam menilai pergerakan pasar kredit.

Meski begitu, banyak pihak optimis bahwa tren positif ini akan membawa stabilitas baru di 2026. (J)

Editor : ALengkong
#pinjaman #Perbankan #TheFed #Inflasi #EkonomiGlobal #AS