Jagosatu.com - Kabar gembira datang dari dunia bisnis Inggris.
Pemerintah Inggris berhasil membuka peluang ekspor besar untuk sektor makanan dan minuman.
Nilainya mencapai hampir £100 juta atau sekitar Rp2 triliun.
Keberhasilan ini datang dari penghapusan lebih dari 40 hambatan perdagangan global.
Menurut laporan resmi dari situs pemerintah Inggris, langkah ini dicapai berkat kerja tim “agrifood attaché”.
Tim ini ditugaskan secara khusus untuk membantu industri makanan Inggris menembus pasar luar negeri.
Baca Juga: Saham Asia Terbang Lagi! Optimisme AI dan Gencatan Dagang Bikin Pasar Bergairah!
Mereka bekerja sama dengan pelaku usaha, kedutaan, dan badan perdagangan di berbagai negara.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Inggris pasca-Brexit.
Pemerintah ingin memastikan produk lokal tetap kompetitif di pasar global.
Produk makanan Inggris kini bisa lebih mudah dijual di negara-negara seperti Kanada, Jepang, dan Arab Saudi.
Hambatan berupa aturan label, tarif tinggi, hingga izin impor yang rumit kini telah disederhanakan.
Menteri Pertanian Inggris, Mark Spencer, mengatakan hasil ini membuktikan kekuatan diplomasi ekonomi.
Ia menambahkan bahwa ekspor adalah jantung dari pertumbuhan ekonomi negara.
Dengan nilai ekspor yang meningkat, banyak petani dan produsen lokal ikut merasakan manfaatnya.
Contohnya, ekspor daging sapi dan keju Inggris mengalami peningkatan signifikan.
Beberapa merek terkenal juga mulai menembus pasar Asia Tenggara.
Selain itu, produk minuman seperti gin dan cider khas Inggris semakin diminati di luar negeri.
Pemerintah berencana melanjutkan program ini hingga 2026 dengan target nilai ekspor dua kali lipat.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Inggris sebagai pemain utama dalam perdagangan global makanan dan minuman.
Dengan hasil ini, Inggris bisa tersenyum puas melihat cuan yang makin deras mengalir. (J)
Editor : ALengkong